Strategi Memilih Market Place

JS NEWS sering disebut sebagai negara dengan masyarakat  yang konsumtif. Di kota – kota besar indonesia, anda menemukan banyak mal dan pusat perbelanjaan yang terkadang letaknya hanya bersebelahan. Kondisi di dunia maya pun tidak jauh berbeda, website – website perbelanjaan online berseliweran. Tisdak mengherankan jika pada bulan april 2016 lalu alibaba membeli saham lazada dengan nilai Rp 13 triliun karena serius ingin menggarap pasar asia tenggara.

Mulai Berjualan

Memulai sesuatu adalah langakah terseulit, termasuk mulai berjualan. Tapi paling tidak, pastikan anda telah menentukan produk andalan. Bisa saja anda menawarkan banyak bentuk batrang / jasa namun sebaiknya fokus dan spesifikasikan setidaknya satu produk unggulan. Artinya, anda memiliki sesuatu yang lebih emiliki keterpautan dengan produk tersebut. Bisa dalam bentuk apa pun. Misalnya, anda memiliki keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan yang telah keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan yang telah mengakar mengenai produk itu.

Lebih baik lagi jika di bidang bisnis yang anda pilih juga unik dan khas. Ni mirip dengan mencari pekerjaan. Semakin anda memiliki sesuatu yang spesifik, anda semakin berbeda dibandingkan pencari kerja lainnya, dan perbedaan membuat anda lebih mudah terlihat.

Di dunia nyata, anda dapat mulai  berjualan dengan banyak cara. Pekarangan depan rumah pun dapat disulap menjadi kios, atau jika memiliki modal cukup, anda bisa menyewa kantor dan berbagai fasilitas pendukung ditambah dengan karyawan. Namun, saat ini justru banyak yang tertarik untuk berjualan online. Alasanya masuk akal, antara lain untuk menghemat biaya karena hanya perlu membangun toko virtual tanpa perlu tempat dan lokasi fisik. Apalagi orang semakin terbiasa berbelanja online sehingga potednsi pembeli sangat besar. Bukankah semua ini kesempatan yang mneggiurkan?

73Mengenal  Medan Tempur

Namun, jangankecewa jika saat pertama kali anda berjualan online, yang anda hadapi adalah kebinggungan karena tidak mengenal medan tempur. Bukan hanya itu, anda juga harus siap menghadapi arus perubahan yang sangat cepat. Mari bayangkan sebentar satu contoh ini, beberapa tahun lalu bayangkan sebentar satu contoh ini, beberapa tahun lalu mungkin anda mendapatkan banyak orang berjualan di faceebook, apakah har ini mereka masih bertahan? Sebagaian ya, tetapi banyak yang tidak. Dalam waktu relatif singkat banyak sekali bermunculan website e – commerce / B2C / online shop / online mall // marketplace. Dan istilah keren lainnya. Jangan terlalu pusing dulu dengan istilah – istilah tersebut. Intinya mereka adalah website belanja online yang sangat akrab dengan anda,, entah itu buka lapak, mataharimall, lazada, dan sebagainya.

Belum lagi nama – nma lama yang terus bertahan seperti bhineka atau olx ( dulu bernama toko bagus ). Jika hari ini anda ingin membeli smartphone terbaru, besar kemungkinan anda akan mengunjungi website – website di atas dari pada mengunjungi sebuah halaman facebook  seseorang yang menjual smartphone  serupa.

Mengapa sedemikian cepat berubah? Bagaimana mengantisipasi perubahan ini? Pada akhirnya pertanyaan penting bagi calon penjual: sebaiknya  menjual produk lewat mana? Mendaftar pada sebuah website e – commerce? Website e – commerce yang mana? Dan beruntun pertanyaan lainnya yang menyusul.

73-1E – Commerce B2C

Untuk menjawab semua pertanyaan itu mari memahami konsep tempat berjualan online itu sendiri. Mari mulai dengan memahami apakah yang disebut dengan  e – commerce. Istilah ini sudah dikenal lama seklai dan sebenarnya mudah dipahami. Sesuai dengan asal namanya, yaitu electronic commerce yang mana commerce berarti perdangan. Maka, e – commerce dalam bahasa indonesia berarti perdangan elektronik. Jadi, e – commerce memiliki makna yang sangat luas mencakup seluruh perdangan yang melalui jalur elektronik.

Perdangan melibatkan penjual dan pembeli. Hanya saja istilah commerce lebih mengarah pada perdangan dengan skala besar. Karena itu alih – alih menggunakan istilah penjual dan pembeli, e – commerce menggunakan istilah business dan customer untuk menjalankan model bisnisnya.

Business merujuk pada pelaku bisnis / badan usaha, customer adalah konsumen. Karena itu ada istilah  e – commerce B2C ( business to customer ) yang artinya sebuah model bisnis. Si pelaku bisnis menjual produk ke konsumen sebagai pengguna akhir ( end user ). Alurnya dapat dilihat pada Gambar 2.

74Nah, e – commerce tidak melulu berarti transaksi B2C seperti yang ditunjukkan Gambar 2. Bisa saja model bisnisnya ( business to business ). Jadi, si pelaku bisnis bertransaksi dengan pelaku bisnis lainnya. Ada juga istilah lain seperti C2C atau C2C. Bahkan bisa saja sebuah website e – commerce menerapkan lebih dari satu model bisnis tersebut, atau mengalami perubahan, misalnya dari C2C menjadi B2C.

Namumn, pada artikel ini anda fokus pada B2C saja dengan asumsi anda adalah pelaku bisnis yang ingin menjuial produk ke end user. Apa contoh website e – commerce B2C di indonesia? Salah satuny adalah bhinneka.com

Lalu bagaimana jika sekarang anda sebagai calon penjual produk online ingin memulai membangun sebuah website e – commerce B2C? Apa saja langkah – langkah, kelebihan, dan kekurangannya?

Secara Gratis Besar, Ada Tiga Langkah Utama Yang Perlu Anda Tempuh :

  • Mempersiapkan website. Hal ini termasuk menyiapkan domain dan hosting, berikut melakukan instalasi website. Anda dapat melakukannya sendiri atau menyewa tenaga profesional. Tidak perlu membayangkan website e – commerce B2C anda harus seperti bhinneka.com yang dijadikan contoh di atas. Bhinneka adalah salah satu pelopor e – commerce indonesia yang sudah lama eksis, tenrtu belum bisa  ditandingi pemula dari sisi reputasi, produk, modal, jaringan bisnis dan lain – lain. Namun, setidaknyua website anda harus memiliki fungsi – fungsi yang mendukung konsumen untuk berbelanja dengan aman dan nyaman. Apakah harus bisa programming? Tidak juga, anda dapat menggunakan engine toko online ( online shop ) yang  banyak tersedia, baik gratis maupun  Di antarnanya OsCommerce, prestaShop, zen cart, opencart, CREloaded, dan masih banyak lagi. Dengan demikian hal – hal rumit menyangkut masalah teknis, seperti pemrograman dapat dikesampingkan. Contohnya bagaimana membuat website anda mendukung tampilan di tablet / smartphone? Tidak usah pusing, sudah banyak engine toko online dengan theme responsif yang menyesuaikan tampilan website secara otomatis.

74-1Takut toko online anda mirip dengan website lain yang menggunakan engine yang sama? Jangan khawatir karena tersedia banyak desain theme yang dapat dikustomisasi. Gambar 3 adalah contoh tampila sebuah toko online di smartphone. Namun, perlu di ingat walaupun tidak mengharuskan anda paham pemrograman, tetapi anda perlu mempelajari cara penggunaan engine tersebut yang dapat dipeelajari dari user guide atau sumber lainnya.

  • Memasukkan produk. Jalur mana pun yang anda pilih untuk berjualan online, kegiatan satu ini merupakan keharusan dan perlu dilakukan dengan serius. Tentukan kategori – kategori produk anda dengan cermat, lalu input produk anda dengan lengkap sesuai kategorinya masing – masing. Sertakan gambar, keterangan, pilihan – pilihan yang tersedia, review, harga, diskon jika ada, dan seterusnya sehingga calon pembeli mendapatkan informasi sebanyak mungkin.
  • Layani konsumen sebaik – baiknya. Ini langkah penting yang turut menentukan masa depan bisnis anda. Ada berbagai tipe pembeli yang perli dihadapi dengan sabar dan pengertian. Tahukah anda, bnayak pembeli lebih memilih berbelanja ke website dengan pelayanan yang baik sekalipun produknya lebih mahal dibandingkan kompetitor. Posisikan diri anda sebagai konsumen.

     Lalu apa kelebihan memiliki website B2C? Yang pasti, anda memiliki nama domain sendiri. Selain terkesan lebih bonafide daripada “ numpang ‘ di domain lain ( facebook atau forum, misalnya ), ini  juga langkah awal membangun identitas / brand. Website B2C juga relatif mudah diwujudkan, banyak toko online mungkin bisa dipersiapkan dalam waktu sekitar 1 bulan atau kurang, dan anda sudah dapat berjualan online 24 / 7. Tentunya, dengan catatan tidak ada masalah teknis seperti wesite development  ( jika anda memilih membuat sendiri website B2C dari awal ). Modalnya pun relatif rendah terutama jika menggunakan engine online shop gratis / open source.

     Apakah ada kekurangan? Tentu saja. Sebagai sebuah website baru, anda akan mengalami masa – masa awal yang berat. Pertama adalah memahami bagaimana mengoperasikan toko online anda, ini bukan hal mudah karena tidak sekedar memasukkan produk. Pelajari fitur – fitu seperti diskon produk, sistem pembayarn, pengiriman, kustomisasi tampilan dan lain – lain. Masalh lainnya adalah menggaet konsumen dan membangun reputasi. Seseorang calon pembeli tentu lebih memilih berbelanja di website yang telah dikenal baik dibandingkan di website yang baru ia temui. Di sini anda harus terus berimprovisasi menawarkan sesuatu yang berbeda. Bisa dalam hal harga, bonus, kelengkapan, produk, atau hal lain seperti pelayanan dan kemudahan. Raih kepercayaan konsumen.

75Marketplace

Istilah lain yang mungkin sering anda dengar adalah e – commerce marketplace, atau biasanya disebut marketplace saja. Ciri khusus marketplace adalah produk dan layanan disediakan oleh berbagai pihak / vendor, sementara transaksinya diproses oleh operator marketplace.

     Banyak contoh marketplace di indonesia, misalnya toko pedia ( www.tokopedia.com ). Cara kerjanya mudah, penjual ( vendor ) mendaftar dan mendapatkan url di tokopedia.com, misalnya tokopedian.com/namatokoanda dan langsung dapat membangun toko online sendiri dengan memasukkan produk beserta informasi lain yang diperlukan.

     Kelebihan bagi penjual adalah secara sistem semuanya telah ditangani oleh marketplace tersebut. Misalnya, untuk urusan transaksi dan verifikasi  pembayarn, atau sistem logistik seperti biaya pengiriman. Menggunakan fasilitas di marketplace umunya sangat mudah, bahkan oleh awam. Ditambah dengan naungan marketplace yang sudah punya nama besar, konsumen juga merasa lebih aman berbelanja walapun belum mengenal toko anda.

    75-1 Kekurangannya? Toko nline anda “ numpang “ di marketplace dan eksistensinya sepenuhnya tergantung marketplace tersebut. Jika marketplace bermasalh, toko online anda pun bermasalh. Walaupun anda sebagai penjual mungkin mendapatkan reputasi baik, tetapi sulit bagi anda membangun sebuah brand image yang besar karena ada di balik bayang – bayang marketplace. Pembeli umumnya hanyab mengingat ia membeli barang di marketplace tertentu dan mudah melupakan nama toko anda.

     Marketplace di indonesia cukup bannyak. Selain tokopedia, ada juga lazada, buka lapak, dan lain – lain. Bigung meilih berjualan di marketplace yang mana? Kumpulkan kandidat marketplace, daftar dan coba satu – persatu fitur dari masing – masing marketplace. Jangan khawatir karena membangun toko online di dalam markletplace umumnya sangat mudah. Terdapat panduan yang jelas, katakanlah seperti panduan bukalapak.com pada Gambar 4.

     Berdasrkan pengalaman anda sendiri mencoba masing – masing marketplace, anda pasti menemukan marketplace yang paling cocok untuk anda.

     Faktor yang menentukan bukan hanya fasilitas atau tampilan marketplace tersebut, tetapi juga kecenderungan produk apa yang sering ditawarkan oleh penjual lainnya di sebuah marketplace. Setiap marketplace  pada akhirnya memiliki keunikannya masing – masing yang mungkin cocok untuk satu orang, tetapi kurang cocok untuk orang lainnya.

75-2Website No – e – commerce

Jikaanda memnag ingin serius berbisnis e – commercea, tidak perlu membuka lapak di tempat yang sebenarnya tidak di fungsinkan untuk hal tersebut. Ini termasuk facebook, form, atau engine wordpress. Khusus wordpress, memang terdapat berbagai plugin yang mendukung pembuatan toko online namun anda akan menjadi sangat tergantung pada plugin, bukan pada core engine. Website – website tersebut pada dasarnya bukan berfungsi sebagai toko online sekalipun mungkin ada saja penjual yang sukses di sana namun umumnya hannya dalam jangka pendek.

     Teknologi e – commerce berkembang pesat dan anda akan semakin banyak menemukan keterbatasan dalam jangka panjang jika tidak menggunakan tool dan fasilitas yang tepat. Akan lebih baik jika anda menggunakan facebook ( dan media sosial lainnya ) sebagaimana fungsinya untuk mendukung website e – commerce anda. Misalnya membuat facebook page, twitter, instragram, yooutube, dan lain – lain.

 

Sumber : PCMedia

Share Is Cool

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *