Reparasi Koperasi Perempuan

JS NEWS- Perempuan adalah kekuatan ekonomi baru. Di seluruh dunia peran perempuan begitu besar pada aktivitas produksi maupun konsumsi. Perempuan merupakan pengendali peredaran uang untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.

Di banyak negara, termasuk di Indonesia, karena kecanggihan teknologi, kedudukan perempuan mulai setara di dalam laju industri, bahkan mereka saat ini menjabat pada posisi top manajemen. Ini adalah tren negara berkembang yang positif dan perlu diapresiasi.Di era ini soal pendidikan kini kaum perempuan mampu mengejar prestasi laki-laki. Dari sisi sosial dan ekonomi, perempuan dan laki-laki semakin setara dalam hal pendapatan maupun pengeluaran.

Namun, kaum perempuan masih lebih sering menjadi penentu dalam membeli produk-produk kebutuhan keluarga baik urusan sembako, pergi liburan hingga belanja alat elektronik.Perempuan merupakan konsumen/pelanggan terbesar yang mengakses platform e-commerce. Perempuan menghabiskan hari-hari mereka lebih lama untuk mencari produk dengan kualitas dan harga terbaik di internet.Mayoritas perempuan memiliki daya tahan untuk menimbang, memilah dan memilih satu dari banyaknya brand yang bertengger di setiap kanal belanja online. Perempuan sangat peduli dengan apa yang akan mereka konsumsi. Mereka membutuhkan pelayanan ekstra agar lebih royal pada sebuah brand.

Baca Juga : Koperasi Wanita Putri Rinjani Lombok,Di Mulai Dari Yang Kecil

Pada konteks koperasi, kebanyakan dari kita sudah melihat kekuatan ini, makanya banyak berjamur koperasi wanita di Indonesia. Namun, koperasi kita belum mampu berfikir dengan cara yang berbeda untuk mengelolanya.Padahal, koperasi perempuan akan semakin memiliki peran sentral dalam membabat kesejangan ekonomi di sekitar kita. Hal ini bisa tercapai jika koperasi perempuan bisa bergerak optimal di akar rumput.Anis Saadah, seorang inkubator koperasi startup, berpendapat bahwa koperasi memiliki fitur sosial yang sangat baik untuk kepentingan perempuan seperti kerja layak, pendapatan berkeadilan, dan ekosistem partisipasi yang bermartabat.Menurutnya, perempuan yang berkoperasi bisa menjadi jembatan bagi komunitas dengan keluarga untuk saling menguatkan secara sosial ekonomi.Ia percaya koperasi mampu menyediakan akses dan kesempatan bagi perempuan yang paling miskin untuk menggerakan komunitas perempuan yang lebih besar agar lebih mandiri berdaya dan memiliki posisi tawar dihadapan para industrialis maupun kapitalis.

Di sisi yang sama, Dodi Faedlulloh, akademisi koperasi dari Universitas Lampung, melihat bahwa perempuan yang berkoperasi di negara-negara lain mengalami kenaikan pendapatan, berani mengambil keputusan, dan memiliki kemampuan mengelola keuangan keluarga jika dibandingkan dengan perempuan-perempuan yang belum menjadi anggota koperasi.Ia menambahkan perempuan yang berkoperasi mampu membangun hubungan kerja yang lebih baik, meningkatkan harga diri, rasa solidaritas , dan tentunya kemandirian.Dodi percaya, koperasi adalah sarana yang vital untuk pemberdayaan perempuan, dan kelompok perempuan adalah tenaga yang paling dibutuhkan untuk mereparasi sekaligus merenovasi koperasi masa kini.

SUMBER

Share Is Cool