Perbedaan Online Shop, Marketplace, dan E-Commerce

JS NEWS- Apakah masih ada diantara kita yang belum mengenal istilah marketplace, e-commerce, dan juga online shop? Tentu sangat kecil kemungkinannya ada yang belum pernah mendengar ketiga istilah tersebut. Bahkan mungkin sudah banyak diantara kita yang menjadi pelaku aktif didalamnya, entah sebagai penjual ataupun pembeli.

Namun pernahkah anda mengira bahwa ketiga istilah yakni marketplace, e-commerce, dan online shop ialah sama? Banyak mungkin yang berfikiran seperti itu, yang kita tahu dari ketiga istilah tersebut ialah tempat untuk melakukan jual beli secara online atau dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sadar dan tahukah anda bahwa ketiganya ternyata memiliki banyak perbedaan? Apa saja perbedaannya? Melalui artikel ini, mari kita pelajari bersama apa saja pengertian dan perbedaannya, pastikan anda membaca hingga selesai, selamat membaca!

1. Pengertian E-Commerce
Pengertian E-Commerce

Istilah pertama yang kita akan sama-sama pelajari pengertian dan kegunaannya adalah e-commerce. Apakah kira-kira e-commerce itu? E-commerce secara mudah dapat dipahami sebagai lapak bagi kita para penjual, pebisnis, atau yang lainnya dalam memasarkan atau memperlihatkan produk yang kita miliki dengan memanfaatkan media digital yakni website.

Ya berarti sama dong dengan marketplace dan juga toko online?

Eits, tunggu dulu.. mereka berbeda kok. E-Commerce memang diasumsikan seperti sebuah lapak digital, namun sesuai dengan analoginya “lapak” bahwa sebuah e-commerce hanya menjual apa yang dijualnya saja.

Jadi sebuah e-commerce ialah seperti sebuah toko pribadi kita yang dapat dilihat melalui digital.

Misalnya anda memiliki sebuah brand yang menjual kaos polos dengan nama brand “kaospolosmu” lalu suatu ketika anda memiliki niat dan memutuskan untuk memperluas target pasar anda dengan memiliki website. Sehingga para kustomer anda dapat melihat katalog produk dan melakukan transaksi melalui internet. Kemudian anda selaku pemilik brand akan mencari jasa pembuatan website toko online untuk memenuhi keinginan anda tersebut. Singkat cerita jadilah website anda yang beralamatkan di kaospolosmu.com.

Maka kaospolosmu.com tersebut adalah e-commerce milik anda, dan kustomer tidak akan menemukan produk dari brand lain di alamat tersebut kecuali hanya produk anda.

Dengan memiliki e-commerce, tentu usaha anda akan mengalami peningkatan yang sangat pesat, baik dari segi pengunjung, transaksi, dan profit pastinya.

2. Pengertian Marketplace
Pengertian Marketplace

Setelah memahami pengertian E-commerce, selanjutnya mari kita bedah apa sih marketplace itu? Marketplace dapat dianggap seperti sebuah pasar digital, sesuai dengan namanya “market”. Jadi didalam sebuah marketplace terdapat lebih dari satu pelapak atau penjual, mereka berkumpul didalam satu marketplace namun tetap dengan apa yang mereka jual masing-masing. Serupa dengan e-commerce, marketplace juga memanfaatkan teknologi digital berupa website dan aplikasi mobile. Dalam suatu marketplace dapat terjadi transaksi jual-beli seperti pada pasar konvensional pada umumnya. Namun dalam hal ini tentu ada kelebihan dan kekurangan diantara keduanya, namun untuk keadaan dan kondisi saat ini dimana kemajuan teknologi berkembang sangat pesat marketplace tentu lebih menguntungkan. Karena dalam suatu marketplace tidak merubah prinsip khusus seperti yang ada pada pasar tradisional, melainkan justru memberikan banyak keuntungan, entah bagi pembeli ataupun penjual. Apa saja kira-kira keuntungan tersebut? Berikut adalah diantaranya :

A. Keuntungan Bagi Penjual

  • Tidak membutuhkan toko fisik – ketika menjadi penjual pada suatu marketplace, anda tidak membutuhkan toko yang berbentuk fisik atau nyata seperti toko konvensional pada umumnya. Anda hanya perlu memiliki akun pada suatu marketplace, mengunggah produk berikut dengan detail keterangannya seperti harga, stok, dan lain-lain. Hanya itu, selanjutnya anda telah dapat memulai untuk berjualan dan menunggu pembeli memesan produk anda.
  • Tidak perlu membayar biaya sewa toko – jika mungkin anda adalah penjual yang belum dapat memiliki lahan sendiri, sehingga membuat anda mau tidak mau harus menyewa tempat untuk berdirinya toko anda tentu ini menjadi suatu kerugian tersendiri. Anda harus menambah biaya untuk sewa tempat tersebut. Mengenai hal ini, jika anda berjualan pada situs entah itu e-commerce ataupun marketplace anda tidak perlu memikirkan biaya sewa tambahan untuk sewa toko. Menguntungkan sekali bukan?
  • Manajemen produk– ketika mengelola toko konvensional, anda mungkin dipusingkan dengan manajemen produk. Anda harus memikirkan sendiri tentang berbagai macam hal seperti produk tersisa (stok), produk terjual, produk kadaluarsa, dan lain-lain. Hal ini menjadi salah satu fitur tersendiri yang disediakan oleh situs penyedia e-commerce atau marketplace. Anda tidak harus memikirkan hal tersebut, anda hanya perlu menginputkan data awal seperti data produk, selanjutnya situs tersebutlah yang akan melakukan manajemen pada produk anda.
  • Membantu marketing penjualan – hal ini menjadi sangat penting terutama bagi anda yang menjual produk dengan sedikit peminat atau produk anda adalah produk yang kurang bisa dikenal oleh orang lain. Jika anda menjual produk tersebut secara konvensional, mungkin saja anda akan memerlukan usaha tambahan untuk memasarkan produk tersebut. Namun, ketika menjual di marketplace anda hanya perlu melakukan transaksi dengan baik sehingga mendapatkan rating yang baik dari customer yang membuat produk anda mudah ditemukan.

BACA JUGA : Inilah Kehebatan SEO dalam Meningkatkan Penjualan Online

B. Keuntungan Bagi Pembeli

  • Tidak perlu bertemu dengan penjual secara langsung – untuk anda terutama yang hobi berbelanja pasti akan menganggap hal ini adalah keuntungan yang luar biasa. Ketika berbelanja pada toko konvensional anda mungkin akan perlu keluar rumah untuk menuju toko penyedia produk yang anda cari. Ditambah lagi ketika anda harus berdesak-desakan untuk memilih dan mendapatkan produk yang anda cari. Namun, ketika anda membeli melalui marketplace, anda tidak akan mengalami hal-hal tersebut. Cukup dengan melalui layar smartphone dan membuka situs marketplace, anda telah dapat melakukan kegiatan berbelanja dan transaksi seperti biasanya, mudah, cepat, dan praktis.
  • Lebih leluasa memilih produk – seperti yang telah disinggung pada poin sebelumnya, ketika melakukan transaksi di marketplace anda tidak akan lagi mengalami kesulitan seperti berdesak-desakan pada saat mencari dan memilih produk. Hanya dengan bermodalkan smartphone dan jaringan internet saja anda sudah dapat dengan mudah memilih produk bahkan sampai terjadinya transaksi.
  • Mendapatkan info terbaru – pada toko konvensional mungkin informasi terkait update harga terbaru, promo, dan info-info lainnya akan sulit untuk anda dapatkan, berbeda ketika melalui marketplace. Umumnya pada marketplace baik yang basisnya web atau aplikasi akan ada fitur push notification, baik melalui email atau notifikasi seperti yang sering kita jumpai di smartphone kita.
3. Pengertian Online Shop (Toko Online)
Pengertian Online Shop (Toko Online)

Terakhir kita akan membahas mengenai toko online atau yang lebih akrab kita kenal sebagai “online shop”. Apa itu online shop? Online shop pada prinsipnya sama dengan e-commerce, yakni hanya menjual dan menawarkan dagangan mereka sendiri saja melalui media digital. Yang menjadi perbedaan adalah online shop tidak harus melalui website, umumnya bahkan mereka yang mengklaim sebagai online shop melakukan marketing melalui media sosial seperti whatsapp atau instagram.

4. Perbedaan Marketplace, E-Commerce, dan Toko Online
Perbedaan Marketplace, E-Commerce, dan Toko Online

Seharusnya sudah tampak jelas bukan perbedaan diantara ketiganya yakni marketplace, e-commerce, dan toko online berdasarkan pembahasan sebelumnya? Berikut adalah perbedaan diantara ketiganya berdasarkan beberapa faktor :

A. Produk yang dijual

Perbedaan dari ketiganya dapat dilihat yang pertama berdasarkan produk yang dijual. Bagaimana maksudnya? Maksudnya adalah seperti dari penjelasan situs e-commerce yakni menjual produk dari pengelola itu sendiri. Tidak akan bisa calon pembeli menemukan pilihan produk dari penyedia lainnya kecuali dari pemilik website tersebut e-commerce tersebut. Berbeda dengan marketplace yang menyediakan banyak pilihan produk dari berbagai toko yang tentunya dapat menambah pilihan pembeli. Dengan tersedianya beberapa toko, calon pembeli akan dapat melakukan filterring dengan mudah. Pembeli dapat menyesuaikan belanja dengan harga, kategori produk, lokasi, dan lainnya.

B. Media/Platform

Media atau platform yang digunakan pada ketiga jenis toko berbasis online ini berbeda. Seperti pada e-commerce yang cenderung berbasis website, marketplace berbasis android, dan online shop berbasis sosial media.

5. Penutup

E-commerce, marketplace, dan online shop menyadarkan kita semua mengenai begitu berkembang dan bermanfaatnya teknologi dalam segala lini kehidupan saat ini. Ketiganya telah menjadi inovasi dalam berkembangnya toko atau pasar tradisional dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tentu menjadi pilihan yang bijak jika kita tidak menutup mata dengan adanya hal ini. Untuk anda khususnya yang memiliki produk atau bisnis dan sedang menjalankannya secara konvensional, mungkin ada baiknya jika anda mengembangkan usaha anda dengan segera membuat atau mendaftarkan produk anda pada e-commerce, marketplace, atau online shop.

SUMBER

Share Is Cool