Pasokan Hard Disk Terancam Langka karena Mata Uang Kripto Ini

JS NEWS – Para penambang kripto (cryptominer) disebut sebagai salah satu pihak yang membuat stok kartu pengolah grafis (GPU) langka di pasaran dan harganya menjadi mahal. Sebab, kegiatan penambangan membutuhkan GPU yang cukup mumpuni.

Menurut penggagasnya, Bram Cohen, pengguna bisa mengalokasikan sejumlah kapasitas storage mereka yang tidak terpakai sebagai “tempat” untuk menambang Chia.

Namun, ketika proses penambangan sudah selesai, ruang yang dipakai untuk memanen Chia tadi bisa dialokasikan kembali ke fungsi utamanya, yaitu menyimpan berbagai file.

Baca juga : Riset: E-commerce Lokal Rajai Industri Lokapasar Indonesia

Nah, karena tidak menggunakan GPU, maka penambangan Chia diklaim tidak membutuhkan listrik yang tak begitu banyak dan disebut lebih ramah lingkungan.

Hal ini kabarnya sudah terjadi di Hong Kong, di mana salah satu media lokal, HKEPC memantau bahwa penjualan storage berkapasitas 4 TB hingga 8 TB di kawasan tersebut meningkat drastis beberapa waktu belakangan.

Selain itu, Jiahe Jinwei, salah satu produsen media penyimpanan asal China mengaku bahwa stok SSD NVMe berkapasitas 1 TB dan 2 TB buatan mereka malah sudah habis terjual.

Jinwei lantas berencana mencegah para penambang ini memborong komponen storage yang ditujukan untuk konsumen. Caranya adalah membuat SSD khusus para penambang, mirip dengan produk CMP (Cryptocurrency Mining Processor) dari Nvidia yang dikhususkan untuk para penambang.

SUMBER

Share Is Cool