Menkop Teten Minta Transformasi Digital Koperasi Harus Dipercepat

JS NEWS – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki meminta transformasi digital koperasi di Indonesia harus dipercepat. Sebab, hingga saat ini, koperasi yang masuk dalam ekosistem digital masih sangat rendah. Jumlahnya baru sekitar 906 koperasi atau 0,73 persen dari 123.000 koperasi yang aktif. “Karena itu, transformasi digital koperasi harus dipercepat sehingga dapat bersaing dengan badan usaha lainnya,” ujar Teten, mengutip siaran resminya.

Ini Strategi AP II Menurut Teten, saat ini adalah waktu yang tepat untuk modernisasikan koperasi, mensejajarkan koperasi dengan badan usaha lainnya, dan menjadikan koperasi sebagai pilihan rasional untuk kesejahteraan masyarakat. Apalagi pada saat pandemi Covid-19, sudah terbukti UMKM yang terhubung dengan platform digital, mampu bertahan. Teten menyebut, berdasarkan data yang dia peroleh, menunjukkan penjualan di kuartal kedua pengguna platform digital meningkat 26 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan yang tidak terhubung dengan platform digital mengalami penurunan omzet. Teten menegaskan, ini menjadi tantangan untuk meningkatkan jumlah koperasi yang akan memanfaatkan platform digital. “Transformasi koperasi terhadap teknologi digital harus kita lakukan. Sekarang adalah era digital kita tidak mungkin keluar dari era ini. Semua sekarang sudah terhubung dalam ekosistem digital,” kata dia. Terlebih lagi, nilai digital ekonomi Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Koperasi Indonesia, Bersatulah !!

Pada 2025, Teten menyebutkan, nilai digital ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai Rp 1.700 triliun. Untuk itu, nilai pasar digital harus dimanfaatkan oleh koperasi dan UMKM dari dalam negeri, kalau tidak akan diserbu oleh produk dari luar. Selain itu, Teten juga mengatakan digitalisasi koperasi menjadi instrumen bagi koperasi untuk meningkatkan pelayanan, transparansi, akuntabilitas sehingga masyarakat yang menjadi anggota koperasi dapat terlayani dengan optimal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Saat ini harus diakui koperasi masih dianggap jadul, tidak modern, layanan lambat, akuntabilitas buruk. Ini momentum kita membalik stigma itu, koperasi bisa tambil juga lebih hebat dari korporasi. Koperasi bisa menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik,” ucap dia.

SUMBER

Share Is Cool