Mengenal TTC Protocol, Ekosistem Medsos Pertama Berbasis Blockchain

JS NEWS – Tidak ada yang bisa menebak seperti apa masa depan media Sosial. Menurut insight terbaru dari TTC protocol pada konferensi In-Blocks yang diadakan belum lama ini, media sosial di zaman sekarang cenderung digunakan untuk konten berbayar, di mana konten user-generated ternyata lebih memiliki keterlibatan yang rendah kepada pengguna.

Dalam laporan terbaru TTC Protocol, pengguna media sosial justru menginginkan jenis media sosial yang transparan, open minded, dan terdesentralisasi yang bisa memberi insentif ketimbang sekadar berperan sebagai sebuah platform.

Memandang peluang tersebut, TTC Protocol memperkenalkan sebuah ekosistem media sosial berbasis blockchain.

BACA JUGA : BAHAYA DI BALIK ATURAN DATA CENTER PERUSAHAAN BOLEH DI LUAR NEGERI

Ekosistem ini diklaim sebagai media sosial blockchain terbesar di dunia, dengan total 23 juta pengguna.

Dalam keterangan TTC Protocol, mereka menyediakan SDK berbasis blockchain simpel yang terintegrasi dan bisa dikustomisasi untuk para pengguna dan komunitas.

Menariknya, semua jenis platform media sosial bisa bergabung dengan ekosistem TTC Protocol.

“Dengan ekosistem TTC ini, siapapun yang telah menerbitkan konten berkualitas. Khusus pengguna aktif, akan mendapatkan reward. Pengguna juga bisa memilih untuk menonton iklan atau berpartisipasi dalam aktivitas yang di-request pengiklan,” ujar TTC Protocol.

Dengan begitu, pemasukan iklan nantinya akan didistribusikan secara langsung ke pengguna. Pada kesempatan yang sama, pengguna ekosistem TTC Protocol akan mendapat untung dari situ.

Ekosistem Akan Terus Berevolusi

Kecepatan transaksi adalah prioritas utama TTC Protocol. Akan ada jutaan transaksi per detik yang terjadi di ekosistem, entah itu pada aset dan operasi, platform sosial, dan beberapa komponen lain.

Konsensus sendiri merupakan faktor utama untuk kecepatan transaksi. Basis blockchain pada PoW (Proof of Work) seperti bitcoin, sebetulnya tidak dapat berjalan dengan baik pada kecepatan transaksi yang rendah dan menghabiskan daya komputasi.

Namun pada TTC Protocol, basis BFT-DPoS multi-level digunakan sebagai model konsensus.

Sistem ini mengusung metode voting, di mana sebagai metode mining untuk TTC Protocol.

Secara spesifik, reward TTC dalam blok nanti akan didistribusikan ke semua pengguna, representatif, dan voters.

Semakin banyak pengguna melakukan voting, semakin bisa mereka berbagi reward voting. Reward voting inilah yang nantinya akan memberikan insentif pengguna untuk berpartisipasi pada bagian produser blok.

SUMBER

Share Is Cool