Malware AbstractEmu Mampu Ambil Alih HP Android Bikin Penasaran

JS NEWS –Tim peneliti keamanan mendapati beredarnya malware AbstractEmu yang menyerang HP Android korbannya.

Setelah menginfeksi perangkat korban, pelaku kejahatan mampu mengambil alih smartphone dan mencuri berbagai informasi penting pengguna.

Selain itu, pembaca juga dibuat penasaran dengan artikel turnamen esports perempuan di Indonesia dan WhatsApp alami perubahan setelah Facebook berubah menjadi Meta.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Hati-Hati, Malware AbstractEmu Ini Mampu Ambil Alih HP Android Korban

Baru-baru ini, pelaku kejahatan siber tak dikenal menyebarkan malware Android jenis baru yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan akses root smartphone.

Setelah mendapatkan akses root ponsel, pelaku mampu mengambil alih kendali penuh berbagai fitur dan fungsi di smartphone yang sudah terinfeksi malware.

Adalah tim keamanan siber dari Lookout Threat Labs yang menemukan malware baru itu menginfeksi HP Android, dan menamakannya “AbstractEmu”.

Dikutip dari The Hacker News, Minggu (31/10/2021), malware ini diberi nama AbstractEmu karena memakai kemampuan untuk menyembunyikan kode berbahaya.

Karena hal tersebut, aplikasi dapat lolos dari sistem keamanan pengecekan malware di toko aplikasi, seperti Google Play Store.

Pelaku Bisa Akses Smartphone Korban

“Meskipun jarang, rooting malware sangat berbahaya. Pelaku dapat secara diam-diam memberikan akses super administrator kepada diri mereka sendiri atau menginstal malware tambahan,” kata peneliti Lookout.

“Hak istimewa yang lebih tinggi juga memberi malware akses ke data sensitif aplikasi lain, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dalam keadaan normal.

Baca Juga : Waspada, Malware Android FlyTrap Bisa Ambil Alih Akun Facebook Pengguna


Malware Disamarkan di 19 Aplikasi

Dalam laporannya, tim Lookout Threat Labs mengatakan telah menemukan total 19 aplikasi Android yang menyamar diri sebagai aplikasi utilitas dan system tool, seperti pengelola passwordlauncher, hingga aplikasi data savings.

Adapun tujuh dari 19 aplikasi tersebut diantaranya memiliki fungsi untuk me-rooting smartphone korbannya, dan hanya 1 aplikasi–Lite Launcher–yang masuk di Play Store.

Selain di Play Store, aplikasi ini juga dijajakan di toko pihak ketiga, seperti Amazon Appstore, Samsung Galaxy Store, Aptoide, dan APKPure.

SUMBER

Share Is Cool