Koperasi Besar Diminta Sasar Sektor Produksi

JS NEWS – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong koperasi-koperasi besar yang ada di Indonesia untuk berinvestasi di sektor produksi demi memperkuat prekonomian anggota dan masyarakat.

Teten mengatakan, koperasi harus melakukan Modernisasi di dalam pengelolahan, menejemen termasuk pelayanan serta harus masuk ke sektor produksi.

Lanjutnya, saat ini, koperasi simpan pinjam harus melakukan inovasi diversifikasi jenis usaha. Untuk itu, spin-off masuk ke sektor produksi menjadi pilihan. Koperasi produksi dapat memenuhi kebutuhan anggota dengan membeli produk sendiri serta dapat menciptakan lapangan kerja.

Menkop mengapresisasi KSP Kopdit Pintu Air yang telah bergerak di bidang produksi dan telah melahirkan 8 Badan Usaha Berbadan Hukum PT. Dari 8 PT sudah 7 yang masuk ke sektor produksi, hal tersebut bisa menjadi contoh untuk Koperasi-Koperasi besar yang ada di Indonesia agar segera masuk ke sektor produksi.

Baca Juga : Kasus Investasi Bodong 212 Mart ( Berkedok Koperasi)

Sementara Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano mengungkapkan, semua hasil kerja KSP Kopdit Pintu Air, dari simpan pinjam hingga bergerak di sektor produksi berkat partisipasi anggota koperasi Pintu Air.

Setelah membuka acara RAT KSP Kopdit Pintu Air Mentri Teten mengunjungi PT Garam Pintar Asia, salah satu sektor riil milik KSP Kopdit Pintu Air, untuk meninjau proses produksi di Rumah Produksi Garam yang berlokasi di Dusun Likong Gete, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menejer PT. Garam Pintar Asia Ignatius Fabianus Nong, biasa disapa Ifan Parera mengungkapkan pada tahap awal, pihaknya memproduksi sebanyak 4 ton garam dalam kemasan 300 dos.

Untuk harga yang dijual dalam kemasan 20 gram dengan harga Rp875 dan tersedia di Pintu Air Swalayan yang beralamat di Jl. Diponegoro depan SMA Budi Luhur, Kelurahan Kota Uneng kecamatan Alok Kabupaten Sikka sebagai agen tunggal.

SUMBER

Share Is Cool