Keren! Uang Digital Pemerintah Cina Bisa Dipakai Tanpa Internet

JS NEWS – Pemerintah Cina akan segera merilis mata uang digital baru yang memiliki kesamaan dengan koin Libra milik Facebook.

Mata uang digital baru ini dapat digunakan ke seluruh platform pembayaran utama seperti WeChat dan Alipay. Hal itu dikatakan seorang pejabat senior Bank Sentral China.

Wakil Direktur Departemen Pembayaran People’S Bank Of China, Mu Changchun mengatakan, pengembangan koin ini akan membantu melindungi kedaulatan devisa Cina ketika aplikasi komersial mata uang tersebut diperluas.

“Mengapa Bank Sentral masih mengembangkan mata uang digital, ketika metode pembayaran elektronik begitu dikembangkan?,” ujarnya.

“Tujuannya adalah untuk melindungi kedaulatan moneter dan status mata uang legal Cina. Kita perlu menyiapkan payung sebelum hujan.” ujarnya seperti dilansir Reuters.

Mu menjelaskan mata uang digital baru yang dikembangkan Tiongkok itu didesain supaya aman seperti uang kertas yang dikeluarkan dari Bank Sentral dan dapat digunakan bahkan tanpa koneksi internet sekalipun.

Mata uang ini dapat digunakan di Tencent’s (0700.HK) WeChat dan Alipay yang didukung Alibaba (BABA.N).

Menurut Mu, mata uang digital Cina ini akan menciptakan keseimbangan antara memungkinkan pembayaran secara anonim dan mencegah pencucian uang.

Ia juga mengakui memiliki beberapa kesamaan dengan Libra dalam hal desain, tetapi tidak akan menjadi salinan langsung Libra.

Baca Juga: Tunggu restu OJK, AirAsia Indonesia siap luncurkan aplikasi pembayaran digital

Mu menambahkan, keuntungan koin digital yang dikeluarkan bank sentral, memiliki lebih dari yang dikeluarkan oleh WeChat dan Alipay, adalah bahwa platform komersial secara teori bisa bangkrut yang dapat menyebabkan kerugian pengguna.

Kemampuannya untuk digunakan tanpa koneksi internet juga akan memungkinkan transaksi berlanjut dalam situasi di mana komunikasi telah terputus, seperti gempa bumi.

Majalah keuangan A. Forbes, mengutip sumber, mengatakan mata uang itu bisa siap pada 11 November.

Sejumlah analis berpendapat, Cina sengaja mempercepat peluncuran uang digital setelah perusahaan raksasa media sosial asal Amerika Serikat (AS) Facebook, mengumumkan rencana bulan Juli lalu untuk meluncurkan koin digital Libra.

Cryptocurrency yang diusulkan Facebook itu telah memicu kekhawatiran di antara regulator global, karena bisa dengan cepat menjadi bentuk dominan pembayaran digital dan saluran pencucian uang, berkat jangkauan lintas batas jaringan sosial yang sangat besar.

Libra akan menjadi mata uang digital yang didukung oleh cadangan aset dunia nyata, termasuk deposito bank dan surat berharga pemerintah jangka pendek, dan dipegang oleh jaringan penjaga.

Strukturnya dimaksudkan untuk menumbuhkan kepercayaan dan menstabilkan harga. Seperti cryptocurrency lainnya, transaksi Libra akan diberdayakan dan dicatat oleh blockchain, yang merupakan buku besar bersama dari transaksi yang dikelola oleh jaringan komputer.

SUMBER

Share Is Cool