Kelola Aset Rp2,6 Triliun Pemerintah Apresiasi CU Pancur Kasih

JS NEWS – Berbicara di tengah para pengurus dan pengelola CUPK, Menkop Teten meminta koperasi seyogyanya mampu menjadi lembaga pembiayaan alternatif di luar perbankan agar memberikan pembiayaan murah dan mudah kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Apabila hal itu dapat berjalan dengan baik, maka koperasi punya peran besar dalam menciptakan para wirausaha baru di tanah air yang kini jumlahnya stagnan di angka 3,47 persen.

Fokus utama tengah dikerjakan Kemenkop saat ini, lanjut Teten,   pihaknya tengah mendorong usaha mikro sejenis, seperti pertanian, peternakan, atau warung kelontong untuk bersatu dalam koperasi agar mudah dalam hal pembiayaan maupun penggunaan teknologi.

“UMKM yang kecil-kecil kalau tidak dibantu mereka tidak kuat, malah bisa habis. Termasuk penggunaan teknologi yang diterapkan lembaga-lembaga besar bisa dibantu dan diterapkan ke UMKM,” tuturnya. Salah satu upaya dilakukan Kemenkop UKM adalah bekerja sama dengan perusahaan pelat merah, PT BGR Logistics (Persero) mengembangkan koperasi-koperasi pangan, agar BGR menjadi agregator, pendamping, sekaligus offtaker produk-produk UMKM.

Baca Juga : Pulihkan Ekonomi, Pemkot Mojokerto

Dalam sambutannya saat menerima kunjungan Menkop Teten Masduki, Ketua CUPK Gabriel Marto menjelaskan sejak berdiri pada 28 Mei 1987, CUPK tetap fokus dengan usaha tunggalnya, yaitu melayani simpan pinjam kepada anggota yang merupakan pelaku usaha di berbagai sektor produktif, mulai dari pertanian hingga perdagangan.

CUPK awalnya hanya sebagai sarana saling menolong dalam mengatasi kesulitan ekonomi rumah tangga bagi para keluarga di lingkungan Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih. Belakangan CUPK memperluas layanan usahanya, antara lain meluncurkan pinjaman ekonomi kreatif termasuk untuk generasi milenial. 

SUMBER

Share Is Cool