Digitalisasi jadi momentum koperasi meningkatkan layanan

JS NEWS – Digitalisasi menjadi jalan bagi koperasi meningkatkan layanan yang menjangkau kebutuhan hulu dan hilir anggota. Oleh karena itu, nilai tambah akan semakin signifikan dirasakan anggota. 

Executive Committee Indonesian Consortium for Cooperative Innovation (ICCI) Firdaus Putra menyebut bahwa koperasi menjadi sebuah bisnis yang menawarkan one stop solution. Saat ini koperasi didominasi oleh jenis koperasi simpan pinjam (KSP). Firdaus menyebut bahwa KSP yang sudah tergolong besar dapat melakukan pemekaran ke sektor koperasi riil.

“Bagaimana apakah dia bisa masuk sektor riil, bisa caranya dengan pemekaran kelembagaan membentuk koperasi lainnya koperasi produksi atau koperasi pangan sesuai kepentingan anggotanya,” kata Firdaus dalam acara Webinar Indonesian Consortium for Cooperative Innovation (ICCI) dengan tema Masihkah Koperasi Menjadi Andalan pada Kamis (13/8).

Baca Juga

Dia menambahkan ketika koperasi memanfaatkan era digital dengan segala kecanggihan teknologi, maka tak dipungkiri koperasi dapat menjadi daya tarik yang akan dilirik masyarakat untuk tergabung.

Bicara era digital tentu tak lepas dengan generasi milenial bahkan generasi Z. Apa yang ditawarkan koperasi kepada milenial berbeda dengan generasi atau kelompok yang lain. Perlu didorong adanya koperasi pekerja yang menjawab kebutuhan generasi milenial yang identik dengan pekerjaan talenta kreatif.

“Koperasi pekerja ini berbeda dengan koperasi karyawan, pekerjaan dan lainnya koperasi pekerja ini misal kayak kita dirikan perusahaan tapi berbasis koperasi dia bekerja di situ sekaligus pemiliknya, disini belum banyak muncul,” kata Firdaus.

Pandemi ini jadi momentum untuk menerapkan teknologi digital. Firdaus menyebut, ICCI berencana bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk pencanangan hari inovasi dan transformasi digital koperasi. Pihaknya berencana akan membangun pilot project dari kerja sama tersebut di lima provinsi dengan masing-masing 100 koperasi yang berkomitmen bertransformasi digital. 

“Kami fasilitasi teknologinya agar mereka bisa daya gunakan itu, baik di kantor oleh manajemen atau di anggota dalam bentuk aplikasi android atau aplikasi pendukung lainnya,” kata dia.

Dia berharap, penerapan teknologi tersebut akan menjadi interkoneksi layanan satu koperasi dengan yang lain. Dia mencontohkan misalnya seorang anggota koperasi A yang akan melakukan tunai, dapat melakukannya lewat koperasi lain yang berada pada jaringan interkoneksi, atau selayaknya ATM Bersama.

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Rully Nuryanto menambahkan generasi milenial memiliki ciri senang berkomunitas dan kreatif. Milenial juga disebut memiliki keinginan mengembangkan potensinya berdasarkan komunitas. Maka ciri tersebut dirasa relevan dengan koperasi. “Koperasi bisa menjadi pilihan karena nantinya anggota memiliki usaha atau perusahaan dan bisa kelola dan kendalikan secara bersama-sama,” kata Rully.

SUMBER

Share Is Cool