JS NEWS – jQuery adalah library JavaScript paling populer dan paling banyak digunakan saat ini.

Hampir semua situs-situs besar menggunakan jQuery untuk memudahkan proses penulisan kode JavaScript, termasuk situs duniailkom yang dibangun dengan WordPress (secara default, WordPress juga menggunakan jQuery).

Walaupun pada judul materi ini saya menggunakan kata-kata ‘bagi pemula’, untuk dapat mengikuti tutorial ini, anda harus sudah paham tentang HTML, CSS, dan JavaScript. Duniailkom sudah menyediakan tutorial ini:

Semoga dengan materi tutorial ini, bisa menuntun anda untuk menguasai jQuery.

Pengertian dan Dasar Penggunaan jQuery

Dalam beberapa sesi tutorial ini kita akan berkenalan dengan jQuery serta membahas cara penulisan dan konsep dasar dari jQuery.

jQuery DOM Manipulation

DOM (Document Object Model) adalah struktur element HTML yang terdapat di sebuah halaman. Menggunakan JavaScript, kita bisa memanipulasi element-element ini, seperti menambahkan element baru, menghapus element lama, mengubah nilainya, dll.

Di dalam JavaScript, proses ini cukup panjang dan merepotkan. Dengan jQuery, proses manipulasi DOM menjadi sangat sederhana. Saya akan membahasnya dalam sesi ini tutorial ini.

jQuery Animation

Salah satu alasan menggunakan jQuery adalah mudahnya membuat animasi. Sebelum CSS3 membawa fitur animasi, jQuery adalah pilihan pertama untuk menghasilkan animasi ke dalam web (selain dengan flash tentunya, yang sekarang nyaris punah, hehe…). Dalam sesi ini saya akan membahas teknik dasar jQuery untuk membuat animasi:

SUMBER : DUNIAILKOM

JS NEWS – Untuk lebih mudah memahami aturan dan cara penulisan kode CSS, dibawah ini adalah contoh kode HTML + CSS sederhana yang akan kita bahas secara lebih mendalam:



BACA JUGA : TUTORIAL BELAJAR CSS : CARA MENGINPUT KODE CSS KE HALAMAN HTML

Kode HTML di atas memiliki kode CSS pada bagian head yang diinput menggunakan motode Metode Internal Style Sheets. Kita akan fokus pada bagian CSS saja:

Seperti yang dapat dilihat dari contoh diatas, aturan penulisan CSS adalah sebagai berikut:

  • Selector di tempatkan pada awal penulisan CSS. Dalam contoh diatas, body, p, h1 dan h2adalah selector. Khusus untuk selector yang lebih dari 1 (seperti pada contoh selector terakhir: h1,h2) untuk memisahkan kedua selector tersebut, digunakan tanda koma (,)
  • Setelah penulisan selector, seluruh isi dari property dan valuenya (nilainya), berada di antara kurung kurawal “{“ dan “}”.
  • Diantara property satu dengan yang lainnya, dipisahkan dengan tanda titik koma (;)
  • Diantara property dengan value (nilai), dipisahkan dengan anda titik dua (:).
  • Untuk property yang memiliki 2 kata , spasi diantaranya digantikan dengan tanda hubung (-), contohnya: background-color dan border-left.
  • Untuk properti yang berada pada baris terakhir, kita boleh mengabaikan tanda ‘;’ sebagai tanda tutup, tetapi disarankan agar tetap menggunakan tanda ‘;’, karena bisa saja kita lupa menuliskan tanda titik koma pada saat menambahkan properti lainnya. Contoh property tanpa tanda ‘;’ dapat di lihat pada contoh “text-decoration: underline”.

SUMBER

JS NEWS-Jika membaca tulisan ini, kemungkinan besar Anda sudah memiliki sedikit gambaran tentang desain website. Dalam pembuatan website, terdapat dua komponen penting yang perlu diperhatikan, yakni User Interface (UI) dan User Experience (UX) Design.

Banyak orang menganggap bahwa keduanya merujuk pada hal yang sama. Padahal, sebetulnya UI dan UX Design adalah dua hal yang berbeda, baik dari segi pengertian dan fungsinya.

Apa Itu UI dan UX Design?

UI Design adalah desain antarmuka untuk mesin dan perangkat lunak seperti komputer, perangkat mobile, dan perangkat elektronik lainnya. Jika dihubungkan dengan website, UI Design lebih mengarah pada bagaimana suatu website atau aplikasi yang Anda buat terlihat seperti apa.

Umumnya, orang menyebut UI sebagai tampilan atau desain sebuah website karena memang ia “bertanggung jawab” atas layout desain, tombol, gambar, ilustrasi, dan semua yang berhubungan dengan visual.

Sedangkan, UX Design adalah proses meningkatkan kepuasan pengguna website atau aplikasi tertentu melalui kegunaan dan kesenangan yang diberikan dalam interaksi antara pengguna dan produk. UX Design inilah yang membuat suatu website bisa digunakan dengan mudah sehingga tidak membingungkan pengguna.

Bisa dikatakan bahwa UX mencakup keseluruhan elemen dari suatu website: apakah websitetersebut sudah tersusun dan terstruktur secara baik atau belum, bagaimana tingkat kemudahan untuk pindah dari satu halaman ke halaman lain, dan sebagainya.

Keduanya Merupakan Bagian dari Human Computer Interaction

Meski UI dan UX Design adalah komponen yang berbeda, keduanya masih memiliki kesamaan, yakni merupakan bagian dari Human Computer Interaction (HCI). Saat seseorang menggeser mouse, menekan keyboard, atau menggeser layar smartphone, sebetulnya mereka telah melakukan interaksi dengan komputer.

Semakin canggih teknologi yang berkembang, interaksi manusia dengan komputer pun akan semakin menarik dan terkesan natural. Contoh sederhananya adalah fitur personal assistant pada smartphone yang memungkinkan Anda untuk “berbicara” dengan perangkat Anda

Baca juga:  TUTORIAL BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN PYTHON UNTUK PEMULA

Nah, demi meningkatkan interaksi antara manusia dan perangkat komputer, kita harus membuat komputer yang lebih mudah digunakan untuk manusia dan menciptakan desain yang ramah pengguna. Di sinilah UI dan UX Design masuk dan berperan penting terhadap HCI.

Tujuan Penerapan UI dan UX Design

Visualisasi merupakan kunci dari UI Design. Tujuan utama dari penerapan UI Design adalah menampilkan desain interface dengan keseragaman dan konsistensi yang baik, mulai dari segi font, warna, gambar, dan sebagainya.

Dengan desain interface yang seragam dan konsisten, pengguna diharapkan dapat lebih tertarik untuk menggunakan suatu website.

Sementara itu, tujuan utama dari UX Design adalah membuat suatu website atau aplikasi jadi lebih mudah digunakan oleh user. UX Design dituntut untuk menjadi “jembatan” agar UI Design mampu bekerja sama dengan sistem.

Ia harus memastikan bahwa setiap langkah demi langkah berjalan jelas dan logis. Tentunya diperlukan pemahaman yang baik akan kebutuhan dan kebiasaan pengguna terhadap website.

UX Design Memiliki Ranah yang Lebih Luas

Karena fungsinya tersebut, UX Design memiliki ranah yang cenderung lebih luas dari UI Design. Idealnya, UX Design dimulai dengan riset audiensi hingga akhirnya kebiasaan audiensi tersebut diimplementasikan ke dalam sebuah interface atau UI Design. UX Design adalah “alasan” mengapa UI Design menghasilkan desain tertentu pada interface mereka.

Misalnya, pada desain interface suatu website, Anda melihat sebuah tombol sign up berwarna hijau yang diletakkan di bagian kanan halaman. Tombol tersebut berada di dalam sebuah gambar dengan background cukup kontras.

Jika Anda memutuskan untuk menge-klik tombol tersebut, artinya UX Design telah berhasil menyesuaikan mindset dengan perilaku pengguna.

Itulah beberapa perbedaan mendasar antara UI dan UX Design. Ingat, UI dan UX Design adalah dua hal yang berbeda, tetapi sama-sama memberi peran besar terhadap kemudahan penggunaan website Anda.

Baca juga: TUTORIAL BELAJAR CSS : CARA MENGINPUT KODE CSS KE HALAMAN HTML

Keduanya mendukung satu sama lain untuk meningkatkan kegunaan website Anda sehingga pengguna betah berlama-lama di sana.

SUMBER : PROGRES TECH

JS NEWS – HTML pada dasarnya adalah kumpulan dari tag-tag yang disusun sehingga memiliki bagian-bagian tertentu, seperti paragraf, list, tabel dan sebagainya. CSS digunakan untuk mendesain tag-tag HTML ini.

Secara garis besar, terdapat 3 cara menginput kode CSS ke dalam HTML, yaitu metode Inline StyleInternal Style Sheets, dan External Style Sheets.

BACA JUGA : KUMPULAN PERINTAH MYSQL ATAU QUERY DASAR MYSQL DAN FUNGSINYA LENGKAP BANGET!

Metode Inline Style

Metode Inline Style adalah cara menginput kode CSS langsung ke dalam tag HTML dengan menggunakan atribut style, contoh penggunaan Metode Inline Style CSS adalah sebagai berikut :

Dalam kode diatas, saya menyisipkan atribut style pada tag <h2>, nilai dari atribut style ini adalah kode CSS yang ingin diterapkan.

Penggunaan tag CSS seperti ini walaupun praktis, namun tidak disarankan, karena kode CSS langsung tergabung dengan HTML, dan tidak memenuhi tujuan dibuatnya CSS agar desain terpisah dengan konten.

Metode Internal Style Sheet

Metode Internal Style Sheets, atau disebut juga Embedded Style Sheets digunakan untuk memisahkan kode CSS dari tag HTML namun tetap dalam satu halaman HTML. Atribut style yang sebelumnya berada di dalam tag, dikumpulkan pada pada sebuah tag.

Contoh penggunaan motode internal style sheets CSS:

Contoh metode internal style sheets diatas sudah jauh lebih baik daripada inline style, karena kita sudah memisahkan CSS dari HTML. Seluruh kode CSS akan berada pada tag head dari HTML.

Namun kekurangan menggunakan internal style sheets, jika kita memiliki beberapa halaman dengan style yang sama, maka kita harus membuat kode CSS pada masing-masing halaman tersebut. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan metode external style sheets.

Metode External Style Sheets

Kekurangan dari metode internal style sheets sebelumnya adalah jika ingin membuat beberapa halaman dengan tampilan yang sama, maka setiap halaman akan memiliki kode CSS yang sama.

Metode External Style Sheets digunakan untuk ‘mengangkat’ kode CSS tersebut kedalam sebuah file tersendiri yang terpisah sepenuhnya dari halaman HTML. Setiap halaman yang membutuhkan kode CSS, tinggal ‘memanggil’ file CSS tersebut.

Masih menggunakan contoh yang sama dengan internal style sheets, tahap pertama kita akan pindahkan isi dari tag <style> ke sebuah halaman baru, dan savelah sebagai belajar.css

Isi dari file belajar.css :

pastikan bahwa akhiran dari file tersebut adalah .css dan untuk keperluan contoh kali ini, savelah pada folder yang sama dengan halaman HTML kita.

Kembali kehalaman HTML, CSS menyediakan 2 cara untuk menginput Kode CSS tersebut ke halaman HTML, yang pertama adalah menggunakan @import

Contoh penggunaan @import CSS:

Untuk metode @import external style sheets ini, kita menyisipkan @import url(belajar.css); pada tag <style>. Alamat pada bagian url bisa berupa alaman relatif (seperti: folderku/belajar.css) maupun absolut (seperti www.duniailkom.com/belajar.css).

Cara input kedua external style sheets, adalah menggunakan tag <link>. Berikut contohnya:

Pada metode link external style sheets ini, kita menggunakan atribut href pada tag <link>, yang akan berisi alamat dari halaman CSS, dalam hal ini belajar.css

Dari ketiga jenis cara input CSS ke dalam halaman HTML, yang paling direkomendasikan adalah metode external style sheets, baik menggunakan @import maupun dengan tag <link>. Karena dengan menggunakan kode CSS yang dipisahkan, seluruh halaman web dapat menggunakan file CSS yang sama, dan jika kita ingin mengubah seluruh tampilan halaman website, kita hanya butuh mengubah 1 file CSS saja.

SUMBER

JS NEWS – Selain PascalC dan C++, Bahasa pemrograman Python saat ini juga sering disarankan sebagai bahasa pemrograman dasar untuk pemula. Alasannya karena perintah bahasa python sederhana, rapi dan singkat.

Selain itu Python juga sebuah bahasa yang sangat powerful dengan banyak penerapan di bidang scientist. Jika anda ingin membuat aplikasi “kekinian” seperti big datadata miningdeep learningdata science hingga machine learning, bahasa Python bisa dipakai untuk keperluan tersebut.

Python juga mendukung multi-paradigma. Yakni bisa ditulis dengan kode program prosedural seperti di Pascal atau C dan juga mendukung pemrograman object (OOP) seperti Java. Singkat kata Python adalah bahasa yang “komplit” untuk era modern.

Pengertian dan Cara Instalasi Python

Untuk tutorial awal belajar python, kita akan berkenalan dengan bahasa pemrograman python, mulai dari pengertian bahasa python, keunggulan bahasa python dan cara instalasi Python:

Aturan Dasar Kode Python

Dalam sesi ini akan dibahas tentang aturan dasar penulisan kode program Python :

SUMBER : DUNIAILKOM

JS NEWS- perintah pada MySql sendiri berfungsi untuk menghubungkan suatu program ke Database. Pada dasarnya perintah di dalam MySql sendiri biasanya dikelompokan menjadi tiga kelompok yaitu Data Manipulation Language (DML), Data Definisi Language (DDL), dan Data Control Language (DCL), berikut di bawah ini beberapa contoh perintah dari ketiga jenis perintah di atas.

Query Dasar MySql Data Manipulation Language (DML)

1. Insert

Perrintah Insert berfungsi untuk memasukan data kedalam sebuah kolom, penulisan query insert adalah sebagai berikut Insert Into Nama_Tambel values (‘data_kolom1′,’data_kolom2′,’….’) keterangan dari perintah disamping : Nama_Tabel adalah nama tabel yang akan kita masukan datanya, lalu data kolom merupakan isi data milik kalian yang ingin di inputkan, Contoh Penggunaan Query Insert Insert Into Mobil values (‘1′,’2010′,’Jaguar’) perintah tersebut ingin menambahkan data kedalam tabel Mobil yang memiliki kolom id, tahun pembuatan mobil, dan nama mobil.

2. Select

Perintah select ini berfungsi untuk menampilkan data dari suatu database, penggunaan query dasar select adalah Select nama_kolom from nama_tabel, misal jika kita ingin menampilkan data dari tabel mobil maka bisa kita tuliskan saja select * from mobil.

3. Update

Perintah update berfungsi memperbarui data yang telah ada, penulisan query dasar mysql update adalah sebagai berikut Update nama_tabel set nama_kolom = data_baru where kondisi, misal kita akan mengubah nama mobil jaguar menjadi lambo, maka bisa kita tuliskan saja Update mobil set nama_mobil = lambo where nama_mobil = jaguar.

4. Delete

Sudah sangat jelas perintah yang satu ini merupakan perintah dasar di mysql yang berfungsi untuk menghapus data di dalam suatu table yang ada. Penulisan perintah delete adalah sebagai berikut Delete Nama_kolom from tabel where kondisi, misal kita ingin menghapus data nama mobil yang memiliki id angka 1 maka bisa kita tuliskan delete nama_mobile from mobil where id=1.

Perintah Dasar Mysql Data Definisi Language (DDL)

1. Create

Perintah create ini merupakan suatu perintah dasar di dalam mysql yang memiliki banyak fungsi diantaranya adalah membuat database, membuat view, membuat index, dan juga membuat tabel. Penulisan perintah adalah Create jenis_data_akan_dibuat nama_data, contoh jika kita ingin membuat data base dengan nama db, maka bisa kita tuliskan CREATE DATABASE db.

2. Drop

Sama dengan perintah create, query drop pada mysql ini juga memiliki banyak fungsi, hanya saja jika create untuk membuat maka drop untuk menghapusnya, penulisan perintah drop adalah sebagai berikut Drop jenis_data_didrop nama_data, contoh jika kita ingin menghapus database db bisa saja kita gunakan perintah Drop Database db.

3. Alter

Lalu perintah dasar DDL Data Definisi Language di Mysql selanjutnya adalah Alter, alter ini berfungsi untuk mengubah komponen di dalam suatu tabel, contoh kita bisa menambahkan kolom kedalam suatu data base yang sebelumnya telah di buat jika menggunakan perintah Alter, bisa kita tuliskan ALTER TABLE Nama_Table ADD Kolom_baru type_data, contoh jika kita ingin menambahkan kolom id di table Mobil, bisa kita tuliskan ALTER TABLE MOBIL ADD id varchar(20).

Baca juga : Tutorial Belajar PHP Part 4:Cara Menjalankan File PHP dengan XAMPP

Perintah Atau Query MySql Data Control Language (DCL)

1. Grant

Perintah dasar mysql Grant ini berfungsi untuk memberikan suatu hak akses kepada seorang user di dalam data base yang ada, penulisan script grant adalah Grant Hak_akses on database.kolom to ‘nama_user’@’host_name’, contoh kita akan memberikan semua hak akses dan di semua data base yang ada kepada user super yang memiliki host name public (%) maka bisa kita tuliskan Grant ALL on *.* to ‘super’@’%’.

2. Revoke

Jika query dasar mysql  Grant memiliki fungsi untuk memberikan suatu hak akses yang ada kepada user di dalam data base, maka Revoke merupakan kebalikan dari grant yang berfungsi untuk mencabut hak akses yang di miliki oleh user di suatu data base, penulisan perintah revoke adalah Revoke Hak_akses on database.kolom from nama_user, contoh jika kita ingin menghapus semua hak akses user super di semua database bisa kita gunakan perintah seperti ini REVOKE all ON *.* from super

Semoga bermanfaat

SUMBER : Mas Tekno

Setelah sebelumnya kita mempraktekkan cara menjalankan web server Apache dengan XAMPP, dalam tutorial kali ini kita akan langsung mencoba menjalankan file PHP melalui aplikasi XAMPP.


Mengenal Folder htdoc

Agar dapat mengakses halaman PHP dari web browser, maka anda harus menempatkan file PHPdi dalam folder khusus yang merupakan folder home dari web server.

Pada aplikasi XAMPP, folder tersebut adalah folder htdocs yang berada di dalam folder instalasi XAMPP. Jika anda mengubah tempat instalasi XAMPP menjadi D:\xampp (jika mengikuti tutorial sebelumnya), maka folder tersebut seharusnya berada di D:\xampp\htdocs.

Cara Menjalankan File PHP - Lokasi Folder htdoc

Anda bisa meletakkan file PHP langsung di dalam folder ini, atau agar memudahkan pencarian file, buatlah sebuah folder baru di dalam folder htdocs ini. Untuk tutorial belajar PHP di dalam duniailkom ini, saya akan membuat folder “belajar”. Folder belajar inilah yang akan kita jadikan sebagai tempat file PHP nantinya.

Baca Juga : TUTORIAL BELAJAR PHP PART 2: SEJARAH PHP DAN PERKEMBANGAN VERSI PHP


Cara Menulis File PHP

File PHP pada dasarnya merupakan file text biasa yang bisa dibuat menggunakan aplikasi notepad bawaan windows, namun untuk fitur yang lebih, anda dapat menggunakan aplikasi editor text seperti Notepad++, yang dapat di download di http://notepad-plus-plus.org/download/. Cara penginstallan aplikasi Notepad++ pernah saya bahas pada Tutorial HTML: Memilih Aplikasi Editor HTML.

Sebagai text-editor alternative, anda bisa mencoba Sublime Text 2. Aplikasi editor ini adalah favorit banyak programmer karena fitur dan tampilannya. Walaupun aplikasi ini tidak gratis (berbayar), anda bisa menggunakannya selama mungkin, karena tidak ada jangka waktu penggunaanya. Sublime Text 2 bisa didapat di alamat: http://www.sublimetext.com/.

Kembali ke folder belajar yang berada di D:\xampp\htdocs\belajar, kita akan membuat sebuah file baru. Untuk pembuatan file ini anda dapat menggunakan notepad bawaan Windows maupun Notepad++.

Sebagai isian dari file tersebut, silahkan ketikkan kode berikut:

12345<?phpecho "Saya sedang belajar PHP di duniailkom.com";echo "<br />";echo "Hello World...";?>

Lalu savelah sebagai coba.php. Sehingga file tersebut akan berada pada alamat D:\xampp\htdocs\belajar\coba.php. Sampai tahap ini, sebenarnya kita telah membuat sebuah file PHP sederhana. Untuk menjalankannya, kita harus menggunakan web browser.


Cara Menjalankan File PHP

Jika Web Server Apache belum berjalan, silahkan menjalankannya terlebih dahulu, seperti pada tutorial Cara Menjalankan Web Server Apache dengan XAMPP.

Selanjutnya buka browser, dan ketikkan alamat berikut: localhost/belajar/coba.php pada address bardan tekan Enter.

Jika anda mengikutinya langkah-langkah diatas dengan benar, maka di dalam web browser akan tampil seperti tampilan di berikut:

Cara Menjalankan File PHP - Hello World

Selamat! Anda telah berhasil menjalankan file PHP pertama anda, walaupun file PHP tersebut tidak mengerjakan apa-apa selain menampilkan beberapa baris text.

Sebelum mengakhiri tutorial ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait cara menjalankan file PHP:

  • File php yang akan dijalankan harus berada di dalam folder D:\xampp\htdocs, baik itu di dalam folder tersebut, atau folder-folder dibawahnya. Untuk menjalankan di dalam browser, anda tinggal mengganti alamat D:\xampp\htdocs menjadi localhost. NamunJikafile php tersebut berada di luar folder htdoc,maka web server tidak bisa mengaksesnya.
  • Setiap file PHP harus ditulis menggunakan akhiran .php (walaupun hal ini bisa dirubah pada settingan modul php).
  • Penamaan file PHP, harus tanpa spasi dan sebaiknya menggunakan huruf kecil. Anda dapat menggunakan underscore (_) sebagai pengganti spasi.

Sampai disini, kita telah mempelajari cara menjalankan file PHP pada web server Apache

SUMBER : DUNIAKOM