Sun. May 26th, 2019

Boeing Siapkan Update Software B737 MAX Pasca-tragedi Ethiopian ET302

JS NEWS – Boeing mengonfirmasi bakal merilis update software utnuk pesawat B737 MAX 8. Keputusan itu dibuat tak lama setelah FAA mengumumkan akan meminta Boeing membuat perubahan desain, pada April mendatang.

Meski demikian, Boeing tidak menyebut apakah software update ini terkait dengan kecelakaan Ethiopian Airlines. Namun Boeing mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga 157 penumpang yang meninggal dalam kecelakaan tersebut.

BACA JUGA : Mengapa Powerbank Kapasitas Besar Tak Boleh Dibawa dalam Pesawat Terbang?

“Kami sedang mengembangkan perbaikan software flight control untuk 737 MAX, didesain agar membuat pesawat semakin aman,” tulis pernyataan Boeing, dikutip KompasTekno dari situs resminya, Selasa (12/3/2019). Upgrade software tersebut menurut Boeing akan dirilis untuk seluruh armada 737 MAX dalam beberapa minggu ke depan.

Fitur MCAS Seperti diketahui, seri B737 MAX memiliki fitur Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Fitur ini bekerja secara otomatis, meski pesawat terbang manual (autopilot mati).

Tujuannya mulia, yakni memproteksi pesawat dari manuver yang berbahaya, seperti mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan stall. Mengapa fitur tersebut harus dipasang? Saat Boeing mendesain B737 MAX, mereka menginginkan mesin yang lebih besar dan lebih hemat, untuk dipasang di pesawat single aisle terbarunya.

737 MAX juga didesain memiliki landing gear yang lebih pendek, sehingga pesawat lebih ceper. Dengan memasang mesin sedikit agak ke depan dan ke atas, serta memperpanjang roda pendaratan depan (nose landing gear) sebesar 8 inci, Boeing mampu memangkas konsumsi bahan bakar sebesar 14 persen.

Perubahan itu juga membuat karakteristik pesawat berbeda dari keluarga 737 sebelumnya (classic: -300, -400, -500, dan Next generation/ NG). Relokasi penempatan mesin dan thrust yang lebih besar, membuat hidung pesawat cenderung mendongak saat terbang.

Boeing pun mengakalinya dengan membuat sistem otomatis yang mengkompensasi gerakan pitch (dongakan hidung pesawat) itu, agar membantu pilot menurunkan hidung pesawat, manakala angle of attack terlalu besar saat terbang manual.

Namun dalam kasus Lion Air JT610, fitur ini justru diduga turut berkontribusi dalam membuat kecelakaan. Fitur otomatisasi itu belum banyak diketahui pilot-pilot B737 MAX, karena sebelumnya tidak tercantum dalam buku manual operasi. Hanya setelah terjadi anomali, dan peristiwa Lion Air JT610 terjadi, Boeing baru menjelaskan fitur ini lewat buletin keselamatan.

SUMBER

Share Is Cool