Bagaimana Employer Branding Mampu Memperkuat Reputasi Startup

JS NEWS – Ada semakin banyak perusahaan yang fokus mengembangkan employer branding mereka. Selain menghadirkan produk bisnis yang mumpuni,employer branding memang merupakan salah satu cara efektif membangun reputasi positif perusahaan.

Karena pada dasarnya, employer branding merupakan upaya menciptakan ketertarikan psikologis karyawan maupun calon pekerja terhadap nilai-nilai (value) yang dimiliki perusahaan. Juga gambaran bagi para pelamar kerja, agar dapat meyakinkan mereka untuk memilih pekerjaan.

Bagi satu perusahaan startup, menerapkan employer branding bisa berdampak besar. Seperti:

  • Akan menjadi incaran para pencari kerja,
  • Meningkatkan loyalitas karyawan, hingga
  • Menguatkan kredibilitas perusahaan di mata konsumen atau klien.

Membantu ciptakan perusahaan idaman

Alasan tren implementasi employer branding terus meningkat karena persaingan untuk menjadi perusahaan idaman (employer of choice) di eratalent war ini semakin ketat. Menerapkan employer branding menjadi genting agar perusahaan mampu menunjukan visi dan value mereka. Utamanya dalam membangun citra positif di mata talenta lokal.

Karena dengan citra baik, akan berdampak langsung terhadap kualitas talenta yang nantinya bergabung dengan perusahaan. Namun Reno Rafly selaku VP of People and Culture Kata.ai menilai, tujuan employer brandingtidak hanya sebatas itu.

Ia menuturkan, employer branding yang kuat juga berdampak ke company branding secara keseluruhan, sekaligus menguatkan budaya internal perusahaan. Employer branding kata Reno sangat mempengaruhi kepercayaan konsumen atau klien terhadap satu perusahaan.

“Contohnya, ketika kami memperkenalkan beberapa tim di media digital Kata.ai. Ini menunjukkan jika klien kami ditangani oleh orang-orang yang memang memiliki kredibilitas dan kapabilitas di bidangnya,” jelas Reno.

Reno Rafly | Employer Branding Kata.ai
Reno Rafly, VP of People & Culture Kata.ai

Bagus Harimawan, Chief of Talent Bukalapak juga sepakat, kalau employer branding merupakan sesuatua yang esensial untuk mengukuhkan posisi perusahaan sebagai employer of choice. Sekaligus menjadi penting karena bisa menyeimbangkan antara branding untuk bisnis dengan kegiatan yang fokus pada talenta di dalam perusahaan.

Ia meyakini, employer branding merupakan upaya menyeluruh. Yang artinya harus memperhatikan aspek internal dan eksternal perusahaan. Di Bukalapak, Bagus dan timnya berupaya agar premis yang dikomunikasikan perusahaan kepada publik, juga terimplementasi melalui program internal bagi karyawan.

Hal ini berdasar pada kepercayaan Bukalapak, bahwa karyawan juga merupakan ambassador perusahaan. Bahkan memiliki peran vital dalam merepresentasikan value perusahaan di mata publik.

“Kita tidak hanya berfokus pada reputasi eksternal tanpa memikirkan sisi internal perusahaan. Di sinilah peran employee value proposition menjadi sangat penting sebagai salah satu pedoman utama employer branding di suatu perusahaan,” jelas Bagus.

read also

BACA JUGA : PrivilegeID, Aplikasi Loyalti Berbasis Digital

Butuh inisiatif internal dan eksternal

Bukalapak telah fokus menerapkan employer branding sejak tahun 2018. Di mana mereka akhirnya membentuk sebuah tim independen yang khusus menggarap aspek ini. Dari situ, kemudian mereka merumuskan beberapa inisiatif internal maupun eksternal.

Inisitaif internal Bukalapak bertujuan membuat berbagai program yang menghadirkan pengalaman menyenangkan bagi karyawan sejak awal masuk (onboard). Program pengembangan diri dan skill, hingga program yang meningkatkan engagement karyawan agar punya rasa memiliki dengan Bukalapak. 

Salah satu contohnya adalah #InsideBukalapak, yang merupakan kegiatan-kegiatan internal karyawan Bukalapak. Kampanye ini didukung oleh beberapa program baik dari employer branding maupun kolaborasi program dengan berbagai divisi di Bukalapak.

Kegiatan internal tim Bukalapak

Sementara untuk eksternal, Bukalapak membuat inisiatif yang berupaya menjembatani kebutuhan industri dan pihak akademisi di Indonesia. Mereka bekerja sama dengan berbagai komunitas teknologi dalam dan luar negeri.

Salah satu yang Bukalapak buat yakni kampanye #BukaJalanPulang. Mereka mengajak diaspora Indonesia yang belajar atau berkarier di luar negeri untuk pulang ke Indonesia dan berkarya di Bukalapak. Mereka juga membuat sharing session dengan nama #BukaMeetup.

Untuk membuat inisiatif internal maupun eksternal seperti yang dilakukan tim Bukalapak, tim Kata.ai menyusunnya dengan dua tahapan:

  • Employer branding dimulai dengan melakukan beberapa focus group discussion (FGD) untuk lebih memahami tim, melihat tantangan dan kesempatan yang mereka lihat di perusahaan.
  • Hasil FGD tersebut mereka ramu menjadi employer branding model, yang mencakup budaya perusahaan. Model yang dibuat juga bertujuan agar bisa menarik talenta-talenta terbaik yang sesuai dengan visi misi, serta budaya kerja perusahaan.

Sejauh ini Kata.ai baru mengimplementasikan program untuk menjawab kebutuhan dan minat tim internal. Misalnya program “Kata Lunch & Learn.” Semua divisi bertemu dan sharing session untuk saling mengenal. Mereka juga membuat “Kata Tech Talk”, di mana divisi tech Kata.ai bisa berbagi mengenai teknologi terbaru yang memperkaya ilmu internal tim.

Sebagai perusahaan teknologi yang fokus di kecerdasan buatan, Kata.ai memiliki strategi khusus yang membantu mereka dalam proses rekrutmen sambil mensosialisasikan berbagai peran yang ada di industri AI. Misalnya Conversational Designer dan AI Research Scientist.

Reno berharap, dari kampanye semacam itu publik jadi semakin paham mengenai potensi maupun jenis kemampuan yang dibutuhkan untuk berkarier di bidang pengembangan AI.

read also

BACA JUGA : Saatnya Koperasi Bertransformasi Menuju Era Digital

Berdampak pada performa tim

Bagus Harimawan, Chief of Talent Bukalapak

Tolak ukur keberhasilan employer branding yang utama adalah ketika suatu perusahaan berhasil menjadi top of mind dan pilihan utama para kandidat yang sedang mencari pekerjaan. Bagus Harimawan menilai, dengan menjaditop of mind, artinya perusahaan telah mampu bersaing dengan yang lain dari berbagai industri. Baik lokal maupun internasional dari sisi kualitas talentanya. 

Employer branding juga bisa meningkatkan performa tim yang sudah ada. Apabila berjalan dengan baik, akan hadir ekosistem kerja yang kondusif sekaligus peningkatan kepercayaan publik terhadap perusahaan. Bagus Harimawan, Chief of Talent Bukalapak

Hal tersebut diyakini Bagus mampu memberikan rasa nyaman bagi pekerja, yang akhirnya berdampak pada performa mereka secara keseluruhan. Reno juga meyakini dengan memperhatikan detail-detail kecil akan sangat berpengaruh pada suksesnya employer branding bagi satu perusahaan.

Misalnya kata Reno, kunjungan ke kantor dari banyak universitas untuk mengenal AI dan budaya kerja di perusahaan startup. “Hal-hal seperti ini, ditambah dengan program-program internal, sangat mempengaruhi percepatan keputusan, sense of pride, dan sense of belonging yang akhirnya berdampak langsung kepada performa perusahaan,” jelasnya.

Memberikan fasilitas free lunch atau pool table ke para pekerja kata Reno tidak serta merta bisa diartikan, suatu perusahaan telah memiliki program employer branding yang apik.

Ia meyakini, employer branding yang baik adalah yang benar-benar mencerminkan misi, visi, dan value perusahaan. Sehingga siapapun yang tertarik bisa melihat apakah perusahaan tersebut sesuai dengan aspirasi mereka.

SUMBER

Share Is Cool