SEMUA ADALAH KITA

“Bondan “ kata si bondan saat menerima panggilan telepon dari sebuah nomor yang tidak dikenal (menyebutkan identitas saat penerima telepon adalah salah satu etika menelepon ).

“Siang“, dan ini nomor telepon gue yang baru, disimpan ya, “ kata suara si penelepon. Ok, tapi ini siapa?” tanya bondan sambil berusaha mengenali sura penelpon yang sok akrab tersebut.

“Yah sudah lupa ya? Yang di kuliah dulu’. Si penelpon memberikan pentunjuk. Otak bondan mulai merangkaikan berbagai data lama dari memory-nya, dan tetus nama satu nama, ini badu ya?.

“Nah”, masih ingat juga? Oya iya, sudah dulu ya. Nanti gue telepon lagi kapan – kapan.”

Esok harinya, si badu kembali menelepon bondan. Kali ini bondan menerima telepon dengan lebih santai karena telah mengenali penelpon sebagai teman lamanya. Alih – alih bernostalgia, kali ini badu menghubungi untuk meminjam sejumlah uang. Selanjutnya sudah bisa di tebak, si penelpon ternyata seoarng penipu yang memilih korbannya secara acak, dan bondan terlanjur memberikan identitas dirinya sekaligus terjebak memberikan sebuah identitas kepada penipu.

Walaupun percakapan dan nama di atas hanyalah karangan, tetapimodus penipuan seperti ini sudah nyata terjadi. Berawal dari bocornya data sederhana seperti nomor telepon dan nama, seseorang dapat memanfaatkan data tersebut untuk mendekati calon korban, dan menjalankan rencana jahat.

Data sekecil apa pun dapat dimanfaatkan untuk tujuan. Apalagi di internet, setiap hari data berupa foto, status, dan lain – lain terus bertambah. Sebagai orang khawatir jika penyedia layanan jejaringan sosial seperti facebook atau layanan internet lainnya memiliki jutaan user akan memanfaatkan data useruntuk tujuan tertentu, dan kenyataannya memang demikian.

Memiliki data yang besar merupakan keuntungan dalam berbisnis. Data user dapat digunakan untuk keperluan riset, statistik, klasifikasi segmen pasar, dan seterusnya. Namun, hal lain yang perlu diwaspadai adalah data user pun dapat diambil oleh pihak ketiga. Seseorang dapat mengambil foto profil secara acak di facebook, mendaftar dan membuat account tersebut.

Sebenarnya website seperti facebook atau linkedln memiliki konfigurasi yang anda dapat anda atur sendiri untuk meminimalkan data pada pada profil anda agar tidak di salah gunakan pihak lain. Misalnya, dengan mengatur tingkatan koneksi yang dapat melihat profil anda. Namun, mungkin tidak banyak yang ingin repot melakukan pengaturan tersebut. Di sisi lain, penyedian layanan jejaringan sosial tentu lebih memilih membuat pengaturan defaulut yang tidak terlampau ketat untuk mempermudah user agar saling terkoneksi.

Data tidak pernah berhenti dicuri. Mulai dari program robot yang mengumpulkan e-mail, website phishing yang mencuri data yang di input user, atau trojan yang mencuri data dari komputer korban. Tidak semua pencarian data bertujuan jahat, website wefeelfine.org misalnya, memiliki engine yang mengumpulkan data setiap 10 menit di internet untuk mendapatkan informasi perasaan user ( gembira, sedih, depresi, dan lain – lain), lalu memetakannya ke dalam bentuk visual yang artistik.

Apakah data seperti ini rentan? Tergantung niatnya. Ibarat sebuah perusahaan yang mungkin mamanfaatkan data seperti e-mail user untuk menawarkan produk dan jasa. Namun bagi pembuatan malware, e-mail user di mafaatkan untuk mengirim dan menyebarkan malware.

Satu data kecil mungkin terlihat sepele, dua data mulai terlihat menarik, lebih banyak data lagi adalah harta karun karena dari data tersebut terbentuk rangkaian informasi. Semakin banyak informasi yang diketahui, suatu tujuan lebih mudah dicapai.

Berikan satu nama, dan mungkin dalam waktu singkat anda telah lebih mengenal orang tersebut melalui internet dibandingkan mengorek informasi dengna bicara langsung dalam rentang waktu yang sama. Tidak berarti anda harus menutupi diri dan tidak menyentuh internet lagi ( mungkin sulit dilakukan ). Anggaplah data apa pun yang anda publikasikan di internet, berarti anda publikasikan ke seluruh dunia. Dengan demikian, anda bisa memilah data mana yang dapat diekspos dan mana yang tidak .

Sumber : PCMedia Edisi : 09 / 2015 ( Diakses Tanggal :  04/ 11 / 2015 )

Share Is Cool

3 thoughts on “SEMUA ADALAH KITA

Leave a Reply

Your email address will not be published.