Océ PlotWave 360, Plotter Hemat Energi bagi Arsitek

Ternyata, tidak semua printer besar atau Large Format Printer (LFP) itu boros energi dalam mencetak. Baru-baru ini, Canon melalui pt. Datascrip memperkenalkan kehadiran LFP keluaran terbaru, Océ PlotWave 360, sebuah sistem pencetakan monochrome terbaru yang dilengkapi dengan teknologi terkini dan hemat energi.

Printer besar atau plotter Océ PlotWave 360 dilengkapi dengan teknologi Océ Clear Connect, sebuah LCD layar sentuh menyerupai tablet yang berfungsi sebagai pengendali operasional plotter yang menawarkan kemudahan bagi penggunanya dalam melakukan pencetakan, penggandaan, maupun memindai dokumen teknikal.
Dengan fungsi layar sentuh, pengguna dapat melakukan pengolahan gambar pada layar seperti zoom, pan, swipe, spread, dan sebagainya. Selain itu, untuk menghindari kesalahan pencetakan, pengguna dapat melakukan live print preview.
Plotter terbaru dari Canon ini juga sudah didukung teknologi Océ Radiant Fusing yang hanya akan mengeluarkan energi ketika digunakan pada mencetak dan  akan tak banyak menggunakan energi pada saat keadaan diam. Sehinga selain hemat energi, pengoperasian plotter ini diklaim hampir tidak mengeluarkan bunyi serta aman untuk lingkungan kerja dan lapisan ozon.
“Océ PlotWave 360 memberikan solusi mencetak berukuran besar dengan lebih cepat dan ramah lingkungan. Dukungan teknologi canggih yang disematkan ke Large Format Printer (LFP) ini memberikan kemudahan pencetakan dari perangkat gadget hingga ke sistem cloud dan masih banyak lagi dukungan teknologi terbaru di dalamnya. Inilah terobosan terbaru yang ditawarkan oleh Océ PlotWave 360 untuk menghadirkan sebuah pencetakan dokumen proyek di kantor Anda”, ujar Gatot Priyo Laksono, Division Manager, pt. Datascrip.
Océ PlotWave 360 hadir dengan desain konstruksi yang kokoh dengan kemampuan mencetak gambar beresolusi 600 x 1200 dpi. Plotter yang sesuai digunakan bagi para arsitektur dalam mencetak kebutuhan proyek menggambar maupun dokumen teknikal lainnya ini mampu mencetak 6 lembar A1 per menit/ 3 lembar A0 per menit.
Untuk memastikan tidak ada pekerjaan mencetak yang tertunda, plotter ini menawarkan pengendali terintegrasi Océ PowerM agar pengguna bisa melakukan pencetakan dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kemampuan plotter meskipun untuk pencetakan dokumen yang komplek.
Océ PlotWave 360 juga bisa melakukan pemindaian dokumen berwarna yang didukung teknologi Océ Colour Image Logic untuk memindai secara detail tiap gambar hingga tingkat ketajaman gambar dengan resolusi mencapai 600 x 600 dpi.
Selain dapat mencetak dokumen yang tersimpan di smartphone, tablet, USB flash drive, maupun dari jaringan internal di kantor, fitur Océ ClearConnectOcé pada PlotWave 360 menawarkan kemudahan dalam mencetak berbagai dokumen yang tersimpan di cloud dan memungkinkan hasil scan langsung disimpan ke cloud.
Menurut pt. Datascrip, Océ PlotWave 360 dipasarkan dengan harga US$42,000.

Pengguna Kini Bisa Lamar Pekerjaan via Aplikasi Mobile LinkedIn

– LinkedIn, media sosial profesional terbesar sedunia, beberapa waktu lalu telah mengumumkan versi terbaru aplikasi mobile mereka yang dilengkapi fitur untuk melamar pekerjaan. Hal menarik lainnya, kini aplikasi tersebut tersedia dalam versi bahasa Indonesia.

Untuk menampilkan aplikasi LinkedIn dalam Bahasa Indonesia, pengguna hanya perlu mengubah pengaturan bahasa di smartphone yang mereka gunakan lalu jalankan aplikasi tersebut.
Selain itu, versi terbaru aplikasi mobile LinkedIn juga memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi pengguna untuk mencari pekerjaan, misalnya, saat sedang bepergian atau bahkan dalam jam kerja. Melalui blog resminya, Parker Barrile, Vice President Product LinkedIn mengatakan, lebih dari 25 persen pengguna mengakses LinkedIn lewat smartphone dan 30% pekerjaan yang terdapat di LinkedIn juga dilihat dari ponsel pintar.
Hal senada juga diungkapkan Vaibhav Goel, Product Manager di LinkedIn. Goel mengatakan, LinkedIn terus mendengar semua komentar dari pengguna. Salah satu komentar atau permintaan yang banyak disampikan adalah aplikasi mobile yang LinkedIn kembangkan memiliki fitur tambahan untuk bisa melamar pekerjaan secara langsung.
Kendalanya, ukuran layar smartphone yang kecil seringkali membuat aktivitas menyunting dan mengelola resume menjadi sebuah tantangan. Solusinya, LinkedIn memperkenalkan sebuah kemampuan untuk melamar pekerjaan dari smartphone tanpa memerlukan lampiran resume. Pengguna LinkedIn dapat melamar pekerjaan langsung melalui profil LinkedIn mereka.
Anda sudah bergabung dengan LinkedIn dan tertarik menggunakan aplikasi tersebut? Sayangnya, pihak pengembang baru menyediakan aplikasi untuk iOS dan Android.

 

 

To Leave, Game Asal Ekuador Sambangi PS4 dan PS Vita

CHIP.co.id – Walaupun industri game saat ini didominasi oleh pengembang asal Eropa dan Amerika Utara, tak tertutup juga kesempatan bagi pengembang asal Asia dan Amerika Selatan. Sebenarnya, banyak sekali potensi yang mulai terlihat dari pengembang asal Asia, termasuk Indonesia.

Bagaimana dengan Amerika Selatan? ada satu studio asal Amerika Selatan yang ingin menunjukkan kebolehan melalui game debutannya.

Adalah Freaky Creation, sebuah studio asal Ekuador yang saat ini sedang mengembangkan game unik berjudul To Leave. Cerita game ini memang cukup menarik, kita diajak untuk menjadi seorang pekerja kantoran dengan kehidupannya sehari-hari yang tidak bisa dilepaskan dari kesibukan, membuatnya menjadi seseorang yang takut akan kegiatan selain bekerja.

Pemain akan diajak untuk mencoba keluar dari pola hidup yang membosankan ini, dan rupanya dibutuhkan tekad yang luar biasa untuk melakukannya.

To Leave nantinya akan menggunakan konsep gameplay yang mirip dengan game platformer lainnya. Rencananya, To Leave akan dirilis untuk PlayStation 4 dan PlayStation Vita.

Boom Beach, Game Baru dari Supercell untuk iOS

 

  Supercell baru saja meluncurkan game Boom Beach untuk iOS. Untuk Anda yang belum tahu, Supercell adalah pengembang yang membuat Clash of Clan dan Hay Day.

Boom Beach mempunyai konsep dan misi yang sama dengan Clash of Clan yaitu, membangun markas militer, menginvasi pulau lain, dan mempertahankan benteng dari serangan pemain lain. Kali ini, pemain tak akan berkutat dengan Viking, Dragon, dan Archer tetapi mengontrol sesuatu yang lebih modern, seperti tank dan machine gun.

Boom Beach menggunakan ilustrasi pantai sebagai latar belakang seperti pada sebuah pulau yang tak berpenghuni. Pemain akan diajak berkeliling pulau untuk menelusuri harta karun, membebaskan budak-budak yang dijadikan tawanan, dan membasmi para pemberontak. Tujuannya, untuk menguasai kekuatan rahasia yang tersembunyi di tengah-tengah pulau.

Game ini dapat dimainkan secara gratis dan terkoneksi dengan ribuan pemain lainnya. Selain itu, Supercell juga menawarkan beberapa barang melalui in-apps purchase.

Cara ini telah terbukti secara ampuh mampu memberikan keuntungan dari dua aplikasi sebelumnya Clash of Clan dan Hay Day yang mampu menghasilkan keuntungan US$2.4 juta setiap hari pada pertengahan awal tahun 2013. Supercell juga memberikan opsi untuk mematikan fitur in-apps purchase pada game ini.

Jangan Asal Klik Tautan Singkat di Media Sosial

 

CHIP.co.id – Bagi Anda pengguna aplikasi Twitter atau Facebook yang sering mendapatkan tweet berupa tautan dalam bentuk short url, jangan dulu dibuka sebelum mencari tahu tautan tersebut dikirim dari siapa dan apa kira-kira isinya. Jika tidak waspada, bisa jadi tautan tersebut merupakan sebuah jebakan yang memancing Anda untuk masuk ke situs berbahaya.
Situs berbahaya tersebut bisa berupa scam, phising hingga sebuah proses yang meminta Anda untuk memasang sebuah trojan di dalam sistem. Kini, infiltrasi malware atau cyber attack lewat aplikasi sosial media, seperti Facebook atau Twitter semakin sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tujuan mereka adalah mencuri data yang tersimpan dalam storage di PC maupun smartphone.
Baru-baru ini, ESET Indonesia telah memperlihatkan beragam jebakan yang biasa muncul dan memanfaatkan aplikasi Twitter sebagai tunggangannya untuk menyebarkan malware. Sebagai contoh, kicauan yang ada di bawah ini. Pesan yang dikirim terlihat seperti biasa, dikirim oleh akun follower (biasanya teman Anda) atau yang Anda follow.
Terlihat, akun tersebut mengirim sebuah tautan yang disingkat. Akun tersebut sepertinya ingin menghemat kalimat kicauannya yang ditulis karena Twitter hanya memperbolehkan pengguna menulis dalam 160 karakter. Masalahnya, tautan tersebut menjadi tidak jelas terhubung dengan situs apa.
Ini yang membedakan ketika Anda mengirimkan tautan secara lengkap, seperti lewat e-mail misalnya. Pada tahap inilah kecerobohan sering terjadi, pengguna yang menerima tautan singkat tersebut langsung mengklik. Hal ini dikarenakan tautan tersebut dibagikan dari teman (follower), asumsinya aman. Padahal belum tentu sepenuhnya aman.
Ketika ESET Indonesia melakukan penelusuran terhadap tautan tersebut, rupanya mengarahkan penerima untuk masuk ke dalam sebuah situs yang menyamar sebagai situs resmi. Pembuktian dilakukan dengan membuka tautan secara terpisah lewat PC yang dilengkapi software antivirus langsung dari browser tanpa terhubung dengan akun Twitter. Hasilnya, diperoleh notifikasi seperti gambar di bawah ini.
Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita-ESET Indonesia mengatakan, pada banyak kasus, infiltrasi yang diawali dengan jebakan berupa tautan lewat jejaring sosial juga membawa konten malware. Karena itu, penggunaan aplikasi keamanan dan bijak dalam berinternet terutama dalam penggunaan sosial media menjadi sangat penting.
Jangan mudah percaya untuk mengklik sebuah tautan walaupun dikirim dari teman dekat. Ada baiknya, cari tahu dan identifikasi terlebih dahulu tautan tersebut.
Celakanya, jika Anda berselancar menggunakan smartphone, aplikasi browser standar pada perangkat tersebut tidak memberikan peringatan yang memadai. Secara otomatis, tautan yang  Anda klik akan menampilkan halaman yang sangat mirip dengan halaman Twitter saat login.
Jika dicermati, alamat tautan tersebut justru mengarah ke situs yang teridentifikasi sebagai situs phising. Berbeda jika tautan tersebut dibuka lewat aplikasi browser Firefox di smartphone, ada peringatan yang hampir sama jika dibuka pada browser di desktop.
Penyebaran jebakan dengan memanfaatkan aplikasi media sosial menjadi “idola” baru bagi pelaku cybercrime. Mangapa? karena sangat efektif dan bisa langsung menuju ke akun pengguna.
Semakin Anda cerdas dan bijak dalam ber-jejaring sosial,  target potensial yang dimiliki oleh pelaku kejahatan akan semakin menyempit. Upaya kejahatan tersebut dapat dicegah jika Anda tidak ceroboh dan juga tidak terburu-buru untuk membuka tautan yang tidak jelas informasinya. Selain itu, aplikasi keamanan yang selalu diperbarui juga memberikan proteksi tambahan saat Anda berselancar di dunia maya.

 

 

Lenovo Garap Smart Card TV

  Lenovo terkenal sebagai produsen laptop ThinkPad dan mulai mengalihkan perhatiannya ke dalam industri mobile. Perusahaan asal Tiongkok ini juga sudah mulai membuat televisi beberapa tahun lalu. Sekarang, mereka akan menjadi yang pertama dalam mengintegrasikan NVIDIA Tegra K1 ke dalamnya.

Bernama Terminator S9, ini adalah televisi cerdas berukuran 50 inchi dan pastinya telah mendukung resolusi 4K. Televisi tersebut menggunakan sistem operasi Android 4.2. Lenovo juga menambahkan perangkat khusus bernama Smart Card.

Ukuran Smart Card memang tak terlalu besar, tetapi sudah memiliki slot micro USB dan microSD, serta konektor 70-pin yang menghubungkan dirinya dengan televisi.

Semua Smart TV milik Lenovo nantinya akan menyediakan konektor 70-pin ini, tetapi hanya seri unggulan saja yang dijual sepaket dengan Smart Card.

Smart Card ini memiliki alat control jarak jauh yang terhubung melalui koneksi Bluetooh. Sayangnya, Lenovo Smart Card baru tersedia di Tiongkok, dan dibanderol seharga US$ 970 untuk Terminator S9, dan US$160 untuk Smart Cardnya saja.

 

 

(Engadget)

You may also like:


Ingin Ganti Perangkat Hiburan di Rumah? Ini Tawaran dari LG


Philips Hadirkan Televisi Pintar Plus 4K untuk Masyarakat Indonesia


Hadirkan Bioskop di Rumah Sendiri dengan TV 85 Inci Changhong


Maraknya Teknologi Berkemampuan Sensor

Sejarah Awal Perkembangan Software Mozilla Firefox

 Firefox adalah browser yang dikeluarkan oleh Mozilla Application Suite dan dimiliki oleh Mozilla Corporation.
Blake Ross adalah pemuda jenius yang menciptakan Mozilla, fasilitas penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake baru 19 tahun!Mozilla kemudian digabungkan dengan Firefox,