Jangan Asal Klik Tautan Singkat di Media Sosial

JS NEWS –Bagi Anda pengguna aplikasi Twitter atau Facebook yang sering mendapatkan tweet berupa tautan dalam bentuk short url, jangan dulu dibuka sebelum mencari tahu tautan tersebut dikirim dari siapa dan apa kira-kira isinya. Jika tidak waspada, bisa jadi tautan tersebut merupakan sebuah jebakan yang memancing Anda untuk masuk ke situs berbahaya.

Situs berbahaya tersebut bisa berupa scam, phising hingga sebuah proses yang meminta Anda untuk memasang sebuah trojan di dalam sistem. Kini, infiltrasi malware atau cyber attack lewat aplikasi sosial media, seperti Facebook atau Twitter semakin sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tujuan mereka adalah mencuri data yang tersimpan dalam storage di PC maupun smartphone.
Baru-baru ini, ESET Indonesia telah memperlihatkan beragam jebakan yang biasa muncul dan memanfaatkan aplikasi Twitter sebagai tunggangannya untuk menyebarkan malware. Sebagai contoh, kicauan yang ada di bawah ini. Pesan yang dikirim terlihat seperti biasa, dikirim oleh akun follower (biasanya teman Anda) atau yang Anda follow. Terlihat, akun tersebut mengirim sebuah tautan yang disingkat. Akun tersebut sepertinya ingin menghemat kalimat kicauannya yang ditulis karena Twitter hanya memperbolehkan pengguna menulis dalam 160 karakter. Masalahnya, tautan tersebut menjadi tidak jelas terhubung dengan situs apa.
Ini yang membedakan ketika Anda mengirimkan tautan secara lengkap, seperti lewat e-mail misalnya. Pada tahap inilah kecerobohan sering terjadi, pengguna yang menerima tautan singkat tersebut langsung mengklik. Hal ini dikarenakan tautan tersebut dibagikan dari teman (follower), asumsinya aman. Padahal belum tentu sepenuhnya aman.
Ketika ESET Indonesia melakukan penelusuran terhadap tautan tersebut, rupanya mengarahkan penerima untuk masuk ke dalam sebuah situs yang menyamar sebagai situs resmi. Pembuktian dilakukan dengan membuka tautan secara terpisah lewat PC yang dilengkapi software antivirus langsung dari browser tanpa terhubung dengan akun Twitter. Hasilnya, diperoleh notifikasi seperti gambar di bawah ini.
Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita-ESET Indonesia mengatakan, pada banyak kasus, infiltrasi yang diawali dengan jebakan berupa tautan lewat jejaring sosial juga membawa konten malware. Karena itu, penggunaan aplikasi keamanan dan bijak dalam berinternet terutama dalam penggunaan sosial media menjadi sangat penting.
Jangan mudah percaya untuk mengklik sebuah tautan walaupun dikirim dari teman dekat. Ada baiknya, cari tahu dan identifikasi terlebih dahulu tautan tersebut.
Celakanya, jika Anda berselancar menggunakan smartphone, aplikasi browser standar pada perangkat tersebut tidak memberikan peringatan yang memadai. Secara otomatis, tautan yang  Anda klik akan menampilkan halaman yang sangat mirip dengan halaman Twitter saat login.
Jika dicermati, alamat tautan tersebut justru mengarah ke situs yang teridentifikasi sebagai situs phising. Berbeda jika tautan tersebut dibuka lewat aplikasi browser Firefox di smartphone, ada peringatan yang hampir sama jika dibuka pada browser di desktop.
Penyebaran jebakan dengan memanfaatkan aplikasi media sosial menjadi “idola” baru bagi pelaku cybercrime. Mangapa? karena sangat efektif dan bisa langsung menuju ke akun pengguna.
Semakin Anda cerdas dan bijak dalam ber-jejaring sosial,  target potensial yang dimiliki oleh pelaku kejahatan akan semakin menyempit. Upaya kejahatan tersebut dapat dicegah jika Anda tidak ceroboh dan juga tidak terburu-buru untuk membuka tautan yang tidak jelas informasinya. Selain itu, aplikasi keamanan yang selalu diperbarui juga memberikan proteksi tambahan saat Anda berselancar di dunia maya.

 

Share Is Cool

Leave a Reply

Your email address will not be published.