Ini Sebenarnya Istilah Unicorn yang Ramai Dibicarakan Usai Pilpres

JS NEWS-Di Indonesia, istilah unicorn ini diidentikkan dengan startup yang berbasiskan online (digital). Padahal istilah ini cukup luas cakupannya tidak hanya terbatas pada perusahaan digital.

Dibeberapa kesempatan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika pernah menyampaikan, di tahun 2019 ini pemerintah menargetkan akan ada lima startup unicorn di Indonesia.

Dan sejauh ini Indonesia memiliki empat unicorn yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Meski begitu, dikutip dari berbagai sumber menyebutkan bahwa parameter 1 miliar dolar sesungguhnya tak sepenuhnya relevan. Baginya, jika ada ‘perusahaan berbasis teknologi’ yang bisnisnya telah dimanfaatkan di seluruh dunia, juga pantas disebut unicorn.

Sementara istilah unicorn dalam dunia finance ini tidak terlepas dari harapan agar perusahaan rintisan tadi bisa sukses di masa depan.

Selain unicorn, ada pula perusahaan-perusahaan yang memiliki julukan lain, yaitu decacorn dan hectocorn. 

Decacorn, dalam dunia keuangan, adalah perusahaan dengan valuasi mencapai 10 miliar dolar Amerika Serikat, sementara hectocorn memiliki valuasi sebesar 100 miliar dolar Amerika.Sejauh ini, telah ada 15 perusahaan dunia yang ‘naik kelas’ dari tingkatan unicorn ke level decacorn.

Indonesia pun, menurut Rudiantara berpotensi memiliki dua decacorn tahun ini. Diakatakan dia, potensi decacorn ada dua tetapi setidaknya satu perusahaan rintisan tahun ini bisa segera terwujud.

Baca Juga : Kaleidoskop 2018: Start Up Unicorn Indonesia Panen Duit dari Investor

Meskipun enggan menyebutkan nama rintisan perusahannya, menurutnya, perusahaan teknologi ini hanya tinggal menunggu satu suntikan pendanaan saja, sebelum benar-benar naik pangkat.

Dikuasai Asing

Diketahui empat unicorn karya anak bangsa, yang terlah disebutkan di atas telah mendapatkan suntikan dana dari investor asing, Dimulai dari Gojek, baru-baru platform ojek online ini menerima kucuran dana dari Google sebesar 1,2 miliar dollar AS.Hal ini menjadikan valuasi Gojek saat ini ditaksir mencapai 4 miliar dolar AS atau lebih dari Rp53 triliun.

Kemudian Bukalapak, disebutkan Achmad Zaky, CEO Bukalapak menyebutkan telah memiliki valuasi lebih dari Rp13,5 triliun.

Tokopedia juga menerima pendanaan pada 2014 lalu dari Softbank Japan dan Sequoia Capital senilai 100 juta dollar AS atau Rp1,3 triliun. Tokopedia terakhir mendapat suntikan sebesar 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp14,7 triliun dari Alibaba Group pada Agustus 2017 silam.

Sementara Traveloka, mendapatkan pendanaan dari perusahaan travel asal Amerika Serikat (AS) Expedia pada Juni 2017 senilai 350 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,6 triliun. Dengan total pendanaan tersebut, Traveloka kini telah mencapai nilai valuasi lebih dari 2 miliar dollar AS atau setara Rp 26,6 triliun.

SUMBER : Selular Id

Share Is Cool