Indves, Platform Crowdfunding Berbasis Syariah

JS NEWS-Kalau berbicara tentang crowdfunding startup, mungkin kehadirannya sudah nggak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Perkembangan startup crowdfunding memang cukup kondusif di tanah air, salah satunya adalah Indves. Sedikit berbeda dari startup serupa, Indves merupakan platform crowdfunding berbasis syariah. Cari tahu lebih lanjut, yuk!

Fokus Pada Pendanaan UKM

Ide membangun Indves ini berawal dari Dikry Paren di tahun 2016. Saat itu, Dikry yang berstatus sebagai mahasiswa jurusan Bisnis Islam Universitas Indonesia melihat angka pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang semakin subur di tanah air. Sayangnya, banyak UKM yang tidak memiliki rekening bank sehingga mereka kesulitan mendapatkan pendanaan, terutama yang berbasis syariah.

Padahal, menurut ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah, akses keuangan harusnya merata. Uang pun sudah seharusnya mengalir, tidak hanya berputar di lingkungan tertentu. Apalagi transaksi yang selama ini berbasis bunga sebaiknya diganti dengan sistem bagi hasil yang syar’i. Fenomena tersebut yang membuat Dikry terdorong untuk membangun startup berbasis crowdfunding yang diberi nama Indves.


© 2018 www.thenextdev.id/indves

Menerapkan Skema Bagi Hasil Syariah

Model bisnis yang diterapkan Indves sebenarnya cukup simpel. Bagi UKM yang ingin mendapatkan pendanaan bisa mengirim proposalnya terlebih dulu kepada tim Indves. Nantinya tim akan melakukan pengecekan dan verifikasi untuk menilai apakah bisnis tersebut layak didanai atau tidak. Jika memenuhi kriteria, maka Indves akan mempublikasikannya di situs mereka.

Baca Juga : PLATFORM PEMBANGUN PERTANIAN ORGANIK IGROW BUKUKAN PENDANAAN AWAL DARI EAST VENTURES DAN 500 STARTUPS

Jika ada yang tertarik memberikan modalnya, kamu cukup registrasi sebagai pengguna Indves, pelajari bisnis yang diminati, lalu mengirimkan modal berupa uang kepada tim Indves. Jika dana yang sudah ditargetkan terkumpul, Indves akan mengirimkannya langsung kepada pemilik UKM. Setiap proyek yang berjalan di Indves pun sudah ditetapkan terlebih dulu kapan investasi akan berjalan dan berapa persen keuntungan yang didapatkan investor.

Mengusung konsep syariah, keuntungan yang diperoleh investor pun ditentukan lewat skema bagi hasil. Jadi, seberapa banyak uang yang kembali ke si pemodal akan tergantung pada besarnya keuntungan atau kerugian dari usaha tersebut. Jika target modal tak terpenuhi, Indves menawarkan 3 opsi untuk sang pemilik usaha. Mulai dari menerima dana yang sudah masuk, menambah waktu publikasi, atau mengembalikan dana kepada investor.


© 2018 www.thenextdev.id/indves

Tantangan Mengembangkan Indves

Menurut Dikry, tantangan paling besar dalam mengembangkan Indves sejauh ini adalah sulitnya mengubah mindset masyarakat Indonesia tentang investasi. Menurut pria yang menjabat sebagai CEO Indves tersebut, kebiasaan investasi masyarakat masih rendah. Tapi, hal tersebut nggak menjadi penghalang bagi Indves untuk terus mengembangkan bisnisnya sekaligus membantu UKM lainnya.

Jadi, sudah siap memberikan social impact untuk masyarakat lewat startup yang kamu gagas?

SUMBER : NEXTDEV

Share Is Cool