Fitur Membership Di WordPress

62Ambil secara acak beberapa website yang anda temui hari ini, mungkin anda akan menyadari bahwa dunia internet yang anda hadapi semakin condong ke arah interaksi antar user atau bahasa ngetop-nya,

sosial media. Berbicara sosial media bukan lagi mengacu hanya pada facebook, twitter, instagram dan sejenisnya, tetapi juga berhubungan dengan hampir semua jenis website lainnya.

Contohnya, perhatikan website – website berita populer yang dulunya hanya memprioritaskan konten berita. Kini mereka rata – rata tampil  dengan dukungan komunitas masing – masing. Detik.com misalnya, mempersilakan user mendaftar pada detik.com agar dapat berinteraksi di kanal – kanal detik.com. Kompasiana pada tahun 2008 sebagai wadah berbagai konte dan saling berinteraksi, sebutan kerennya adalah media warga ( citizen media ). Ini juga bukan hal baru karena konsepnya mirip dengan blog multi – user namun hal inilah yang saat ini marak. Website yang miskin interaksi layaknya website tanpa kehidupan.

62-1Membership

Apa yang membangun sebuah komunitas adalah karena adanya fitur membership. Website forum sudah memulainya lama sekali. Ciri khasanya menyediakan form login dan registrasi user, serta membagi forum menjadi kategori – kategori sesuai topik tertentu. Setiap member dapat berdiskusi dengan membuat post / thread, membalas komentar, terkadang engine forum menyediakan fitur tambahan sehingga member dapat saling memberi reputasi baik / buruk.

Namun, fitur membership bukan hanya berguna untuk web forum. Banyak sekali kegunaan lainnya. Contohnya, anda memiliki website yang menyediakan sebuah aplikasi buatan namun ingin aplikasi tersebut tersedia dala beberapa versi sesuai kebutuhan user. Maka, anda dapat menyediakan fitur membership dengan tingkatan tertentu. Misalnya, member basic, member premium, dan seterusnya. Selain untuk mebnagun komunitas, anda juga menncari pendapat dengan mengenakan biaya untuk member premium. Sebagi timabl – baliknya, member premium berhak mendapatkan fitur atau fasilitas lebih dari aplikasi anda. Aplikasi seperti evernote ( www.evernote.com ) menerapkan cara ini, seperti terlihat pada Gambar 1.

Anehnya, fitur membership cukup jarang ditemukan pada website yang dibuat dengan wordpress. Padahal wordpress merupakan salah satu CMS ( content managgement system ) yang paling banyak digunakan. Bahkan mungkin banyak yang mengira hal tersebut tidak dapat dilakukan dengan wordpress.

63-2Tingkatan User Pada WordPress

Kenyataannya, wordpress memiliki banyak plugin yang membuatnya sangat powerful, termasuk untuk membuat fitur membership. Namun, sebenarnya tanpa bantuan plugin apa pun, wordpress secara default telah memiliki fitur membership yang cukup baik. Sebuah website wordpress minimal dikelola oleh seorang administrator, administrator ini  dapat menambahkan user ( member ) melalui halaman admin dengan memilih menu users – addnew seperti terlihat pada Gambar 2.

User wordpress dapat memiliki beberapa tingkatan, yaitu :

  • Subscriber
  • Contributor
  • Author
  • Editor
  • Administrator

Administrator adalah tingkatan user tertinggi. Adanya tingakatan ini untuk membatasi hak akses seperti hak untuk membuat postingan, mempublikasikannya, dan lai – lain. User wordpress ini dibuat dengantujuan ikut berpatisipasi dalam pembuatan konten. Tidak heran, karena wordpress awalnya dikenal sebagai cms untuk membuat blog. Dengan  fitu ini, konten dapat diisi oleh leg=bih dari satu user sesuai hak aksesnya masing – masing, kecuali untuk tingkatan  subscriber yang hanya dapat melihat isi konten.

Hak Akses Administrator Editor Author Contributor Subscriber
View Ya Ya Ya Ya Ya
Edit Pos Ya Ya Ya Ya  
Delete Post Ya Ya Ya Ya  
Publish Post Ya Ya Ya    
Upload Files Ya Ya Ya    
Activate Ya        
Plugins Ya        
Create Users Ya        
Edit Themes Ya        
Delete Pages Ya        

63Hak Akses User

WordPress sebenarnya telah memiliki peranangan yang matang pada core engine – nya. Tidaklah mengherankan jika wordpress sebenarnya dapat digunakan untuk membuat hampir website apa saja. Kini kita akan memahami lebih jauh tentang hak akses user / member.

Seperti telah disebutkan, secara defaulut wordpress memiliki beberapa tingkatan user. Lebih jelasnya mengenai hak akses masing – masing tingkatan ditunjukkan pada tabel berikut.

Masih banyak hak akses lainnya yang tidak dapat d tampilkan pada tabel di atas. Bagi sebagian orang mungkin pembagian hak akses di atas sudah mencukupi untuk membuat webise multi – user yang dapat saling berkontribusi mengisi konten namun bisa hjadi anda tidak cukup puas dengan pembagian hak akses ini.

64-1Ambil contoh seorang contributor, ia memiliki hak untuk membuat / mengedit / menghapus postingannya sendiri, tetapi ia tidak memiliki hak untuk meng – upload file. Hal ini akan merepotkan jika ia harus membuat postingan yang membutuhkan upload file. Misalnya jika ia ingin memasukkan gambar ke dalam artikelnya.

Untungnya, hak akses default tersebut dapat diubah. Anda bahkan dapat membuat tingkatan user baru yang bisa dikustominasi. Untuk melakukannya pun bukan hal yang sulit karena tersedia berbagai plugin siap pakai. Salah satunya adalah plugin user role editor yang dapat di – download di https://wordpress.org/plugins/user-role-editor.

Lakukan instalasi dan aktifkan plugin user role editor, selanjutnya anda dapat melakukan kustomisasi melalui menu user – user role editor. Contoh tampilannya terlihat seperti pada Gambar 3.

64-2Login Pada Sidebar

Setelah memahami tingkatan user dan masing – masing hak aksesnya yang dapat dikustomisasi, mungkin anda masih merasa ada sesuatu yang kurang. Ya, standar website yang dibuat dengan wordpress tidak memiliki form login dan registrasi member pada halaman utamanya. User yang telah dibuat harus login melalui dashboard yang terletak pada halaman administrator dengan alamat /wp-admin atau wp – login. Ini berbeda dengan kebanyakan website yang menaruh login pada halaman utama misalnya pada sidebar. Namun jangan khawatir, anda juga dapat melakukannya dengan wordpress!

Terdapat banyak kemungkinan posisi login dan registrasi user pada halaman utama, yang sering ditemukan pada kebanyakan website adalah  pada bagian header atau sidebar. Dalam contoh ini form login wordpress diletakkan pada posisi sidebar sebelah kanan.

Selanjutnya lakukan download dan instalasi plugin sidebar login di atas. Langkah selanjutnya adalah menambahkan widget sidebar login ke posisi sidebar yang anda inginkan melalui menu appearance – widgets seperti terlihat pada Gambar 4.

64-3Tampilan pada halaman depan terlihat seperti pada Gambar 5, lengkap dengan link register untuk user baru dan link lost password. Bagi user yang sudah melakukan login, akan adalink menuju halaman dashboard, profile, dan logout.

Sejauh ini anda telah membuat halaman utama website yang menampilkan login user pada sidebar. Jika seseorang belum menjadi member, ia dapat meng – klik link register user dan akan diarahkan pada form registrasi. Secara default, form registrasi hanya perlu memasukkan username dan e – mail, lalu secara otomatis user baru tersebut akan memiliki hak akses subscriber. Bagaimanpun, anda dapat mengubah default ini melalui dashboard pada menu settings – general – new user defaulut role, dan ubah menjadi tingkat user yang anda inginkan ( contributor, author, dan seterusnya ).

Untuk user yang baru mendaftar, administrator website dapat melihatnya pada dasboard dan melakukan berbagai modifikasi seperti generate password untuk user baru tersebut memperoleh passwordnya, ia dapat login dan melakukan berbagai hal  sesuai dengan hak aksesnya pada website tersebut.

65-1Fitur Membership Lanjutan

Jika anda masih belum puas dengan fitur membership yang telah dibuat sampai langkah ini, jangan khawatir karena masih banyak hal yang dapat dikustomisasi. Sekarang mari membuat field – field tambahan untuk user yang mendaftar. Umumnya, registrasi user tidak sesederhana memasukkan username dan e – mail saja, tetapi juga informasi lainnya seperti nama, password, alamat, telepon, dan seterusnya.

Untuk itu, kembali anda menggunakan plugin tambahan, kali ini sebuah plugin bernama wp – members, yang dapat di – download di https://wordpress.org/plugins/wp-members. ini merupakan plugin pengaturan  membership yang memiliki cukup banyak fitur. Setelah anda meng – install dan mengaktifkan plugin ini, pada dashboard lihat menu settings – wp – members – fields sperti terlihat pada Gambar 6. Di sini anda dapat menentukan field – field yang tampil pada halaman registrasi. Anda bahkan dapat menambahkan field baru jika diinginkan. Contoh tampil saat registrasi seperti pada Gambar 7.

Membatasi Akses Halaman Tertentu

65-2Plugin wp – members memiliki banyak fitur yang dapat dieksplorasi lebih jauh. Salah satu fitur yang berguna, anda dapat menentukan halaman / artikel mana saja yang dapat dilihat oleh semua orang, dan halaman mana saja yang khusus untuk member. Hal ini berguna dalam kasus – kasus tertentu, misalnya anda memiliki halaman download yang hanya dapat diakses oleh member dan anda ingin membatasi hak akses halaman tersebut.

Fitur untuk membatasi akses ini otomatis muncul pada setiap post yangn dibuat, tepatnya pada bagian kanan se[perti terlihat pada Gambar 8. Secara default postingan akan diblokir agar tidak terlihat oleh visitor yang belum menjadi member. Untuk melepaskan blokir, centang pada pilihan “unblock the post”.

65Gambar 9 merupakan tampilan halaman yang diblokir dan hanya dapat diakses oleh member.

Tumbuh Bersama Komunitas.

Beberapa contoh kustomisasi fitur membership di atas menunjukkan bahwa banyak yang dapat anda lakukan dengan menggunakan wordpress, bahkan tidak terbatas pada fitur – fitur di atas.

Lihat dan pelajari website lain, eksplorasi plugin – plugin wordpress yang tersedia, lebih baik lagi jika anda mampu melakukan coding seperti menggabungkan halaman php dengan theme wordpress yang digunakan. Akan banyak sekali kemungkinan kustomisasi yang dapat dilakukan.

65-3Buat komunitas melalui website anda dan tumbuhkan interaksi dengan visitor website anda. Satu lagi sisi positif menggalang komunitas, anda akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik. Tanpa dukungan orang lain, sulit bagi sebuah website untuk berkembang.

 

Sumber : PCMedia