JS NEWS-Sony baru merilis sebuah kamera mirrorless anyar yang dibuat untuk para YouTuber, atau lebih spesifik lagi, vlogger. Apa fitur andalan kamera bernama a6400 itu?

Sony a6400 dilengkapi dengan layar sentuh yang bisa diputar 180 derajat sehingga mengarah ke depan kamera. Alhasil, para vlogger bisa dengan mudah melihat preview video sembari melakukan perekaman.

Fitur ini sebelumnya sudah banyak ditemukan di kamera point and shoot dan sejumlah DSLR. Dan tentunya ini adalah hal penting bagi vlogger yang ingin menggunakan mirrorless Sony sebagai senjatanya.

Namun selain layar yang bisa diputar, perubahan a6400 dibanding pendahulunya terbilang tak signifikan, demikian dikutip dari The Verge, Rabu (16/1/2019).

Baca juga:  YOUTUBE BIKIN FITUR GESTUR SEMUDAH ‘STORIES’ DI INSTAGRAM

Seperti pendahulunya, a6400 menggunakan sistem autofokus hybrid, yang juga dipakai di seri atasnya seperti A7 III. Sistem autofokus ini diklaim mempunyai kecepatan autofokus tercepat, yaitu 0,02 detik, sedikit lebih kencang dibanding kecepatan di Sony seri A sebelumnya yang hanya 0,05 detik.

Keberadaan 524 titik autofokus — baik contrast maupun phase detection — di kamera ini juga membantu kecepatan autofokusnya ke sebuah objek. Lalu ada juga sistem Eye AF, yang menggunakan penginderaan komputer untuk mengidentifikasi manusia dan memasang titik fokus pada mata manusia.

Spesifikasi lainnya terbilang sama dengan pendahulunya. Sensor APS-C Exmor CMOS 24,2 megapixel yang dipasangkan dengan prosesor gambar Bionz X. Kamera ini juga dilengkapi dengan hot shoe serta input mikrofon, dan kemampuan perekaman video 4K di frame rate 24 atau 30 fps.

a6400 juga bisa memotret dengan kecepatan 11 fps dengan shutter mekanik, atau 8 fps dalam mode pemotretan sunyi dan continous AF/AE tracking. Perekaman videonya sendiri mendukung profil S-log2 dan S-log3.

Soal ISO, rentang yang bisa dicapai oleh a6400 lebih tinggi ketimbang a6300 dan a6500. Yaitu 32.000 yang bisa ditingkatkan sampai 102.400. Pendahulunya hanya mempunyai ISO maksimal 25.600 yang bisa ditingkatkan sampai 51.200.

Harga bodi 16400 adalah USD 900, atau bisa juga dibeli bersama lensa 16-50mm f/3.5-5.6 dengan harga USD 1000. Atau ada juga paket dengan lensa yang lebih mahal, yaitu 18-135mm f/3.5-5.6 dengan harga USD 1300.

SUMBER : DETIK


JS NEWS- Produsen smartphone Huawei resmi mengenalkan ponsel pintar terbaru Huawei Y7 Pro 2019 di Indonesia, Sabtu, 12 Januari 2019. Smartphone tersebut membawa take line “bigger display, bigger camera, bigger batery”.

“Produk ini membawa begitu banyak DNA dari fitur smartphone kelas premium. Layar 6,26 inci, nocth bentuk tetesan air, bezel lebih sempit dan layar lebih luas 86 persen dari generasi sebelumnya,” ujar Product Marketing Manager Huawei Indonesia Advant Jose, di Wayang Bistro, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 12 Januari 2018.

Jose melanjutkan bahwa bagian bawah Huawei Y7 Pro 2019 terlihat simetris begitu pula bagian depan yang membuat daya genggaman lebih baik. Huawei juga menyematkan gradien color dengan keramik di bagian belakang bodi. Di Indonesia tersedia dengan dua varian warna, yaitu Aurora Blue dan Midnight Black.

Dari segi desain Huawei menyematkan desain ponsel pintar flagship-nya, seri P dan Mate. “Y artinya young. Warna Aurora Blu mendefinikan anak muda yang colorfull, semangat, ceria, dan dinamis. Sedangkan Midnight Black pas untuk anak muda yang introfert dengan jiwa yang menantang atau pemberani,” kata Jose.

Baca juga: REVIEW VIVO Y93

Huawei memasang dual kamera utama dengan sensor 13 plus 2 megapiksel dengan besaran aperture f/1.8 yang biasa dimiliki smartphone kelas premium. Aperterure yang dipasang pasa Huawei Y7 2019 membuat cahaya yang masuk lebih banyak ketika mengambil gambar dan mengurangi noise, serta autofocul yang bekerja lebih baik.

Sementara kamera depannya dipasang sensor 8 megapiksel dengan fitur AI Make Up yang bisa digunakan para kaum hawa untuk melakukan selfie. “AI dapat mengenal berbagai skenario gambar, dan membuat konten yang terlihat profesional,” tutur Jose.

Kamera tersebut dilengkapi dengan beragam fitur seperti, Smart Backlight Photo, membuat wajah terang dan background tetap muncul meskipun terkena sinar matahari. Smart Lowliht Photo mengambil gambar dalam kondisi gelap. Serta Portrait untuk membantu tingkat kedalaman gambar. Untuk berswafoto terdapat fitur Hand Geture Photo. Fitur ini digunakan untuk membantu menangkap swafoto lebih mudah dengan menggeser atau melambaikan tangan.

Untuk kapasitas baterai, Huawei membekali dengan daya sebesar 4.000 mAh. “Hal yang penting di zaman sekarang adalah baterai. Daya yang tahan lama bisa membuat kita lebih produktif. Huawei Y7 2019 bisa diisi penuh dalam waktu 2,5 jam. Saat full, baterai bisa bertahan 2 hari dalam pemakaian normal,” ujar Jose.

Ponsel pintar itu dipersenjatai dengan chipset besutam Qualcomm Snapdragon 450. Chipset tersebut didampingi dengan kapasitas RAM 3 gigabita (GB) dan memori internal 32 GB yang bisa diperluas dengan microSD sebesar 512 GB. Jose menjelaskan bahwa untuk harga akan dirilis pada 17 Januari 2019 sekaligus pra-register pukul 17.00 WIB. Akan mulai tersedia pada 25 Januari 2019 pukul 11.00 WIB.

SUMBER : Tempo

JS NEWS- HMD Global agaknya bakal mengikuti tren smartphone dengan layar berlubang untuk menyematkan kamera depan. Indikasinya terlihat dari bocoran gambar hasil rendering yang disinyalir menampakkan sosok ponsel Nokia 8.1 Plus besutan sang pemegang lisensi merek Nokia tersebut. Sejumlah gambar bocoran dibeberkan oleh akun @OnLeaks di Twitter.

Di dalam gambar, Nokia 8.1 Plus tampak mulus dan modern dengan kamera depan tersimpan di pokok kiri atas layarnya yang berdiagonal 6,2 inci. Jika dilihat-lihat, layar ponsel ini nyaris tidak memiliki bezel. Hanya ada bingkai tipis yang mengelilingi layar di bagian atas serta sisi kiri dan kanan. Ilustrasi Nokia 8.1 Plus Atas dan Bawah(91mobiles) Sementara, di bagian bawah tersisa sedikit “dagu” untuk menyematkan logo “Nokia”, mirip dengan Nokia 8.1 namun lebih kecil.

Baca Juga : BOCORAN LENGKAP NOKIA 9 PUREVIEW, ADA YANG MENGECEWAKAN

Pada sisi belakang, ponsel tampak mengusung material punggung berbahan kaca. Di sini, terdapat dua buah modul kamera dengan lensa Zeiss dan dual LED Flash. Ada pula fitur pemindai sidik jari di bawah bulatan LED Flash ditemani dengan logo “Nokia” dan “Android One” yang terpampang di atas material kaca tersebut. Kampak pula beberapa konektor seperti colokan USB-C, 3.5mm headphone jack, di samping grille speaker. Sayangnya, penampakan rupa ini belum disertai dengan detail spesifikasi jeroan sang ponsel. Namun, spesifikasi rinci terkait Nokia 8.1 Plus kemungkinan akan dibeberkan di ajang MWC 2019, akhir Februari mendatang, sebagaimana dihimpun dari 91mobiles, Minggu (13/1/2019).

SUMBER

JS NEWS – Menyusul Vivo Y91 dan Vivo Y95 , seri yang berada di tengah-tengah kedua smartphone tersebut kini hadir . Adalah Vivo Y93, tiba di pasaran dengan harga resmi Rp 2.499.000, smartphone terbaru keluaran Vivo ini membawa tampilan desain yang menawan. Namun berbeda dengan kedua smartphone besutan Vivo sebelumnya, Vivo Y93 hadir dengan chipset yang berbeda. Smartphone ini lebih mempercayakan chip besutan Mediatek sebagai dapur pacu utamanya. Namun, apakah perbedaan chipset ini memiliki perbedaan kinerja yang berbeda?

Smartphone menengah terbaru Vivo itu merupakan perangkat pertama dengan chipset Snapdragon 439, yang dibangun pada proses FinFET 12 nm.

Vivo Y93 memiliki LCD 6,2 inci dengan resolusi HD+ dan rasio 19:9 dengan poni model tetes air.

BACA JUGA: REALME BUDS, EARPHONE NGE-BASS HARGA RP 80 RIBUAN

Ruang memori Vivo Y93 ada RAM 4GB dan penyimpanan 64GB, serta opsi ekspansi dengan ketersediaan slot microSD.

Chipset baru Snapdragon 439 hadir dengan prosesor Octa-core Cortex-A53, clock 1,95 GHz, dan GPU Adreno 505.

Mobile platform terbaru Qualcomm itu mendukung kamera hingga 21MP, tetapi Vivo melengkapi Y93 dengan setup kamera utama ganda 13MP f/2.2 + 2MP f/2.4 di bagian belakang.

BACA JUGA:Vivo Y95 Resmi Harga Rp3,9 Juta

Kamera selfie berukuran 8MP f/2.0 yang dilengkapi fitur Face Unlock dan tidak ada pemindai sidik jari.

Seperti perangkat Vivo keluaran terbaru lainnya, Y93 juga dilengkapi dengan asisten suara Jovi. Ini adalah bagian dari OS FunTouch, berdasarkan Android Oreo 8.1.

Baterai Vivo Y93 berkapasitas besar yakni 4.030 mAh tetapi dilengkapi dengan port jenis micro USB (bukan Type-C).

Konektivitas Vivo Y93 termasuk slot SIM ganda, Bluetooth 5, dan Wi-Fi di 364 Mbps. Chipset membatasi kecepatan LTE hingga 150/75 Mbps.

Vivo Y93 mulai dijual di China dengan pilihan warna Starry Black atau Sunset Red, seharga CNY1,500, yaitu sekitar Rp 3 jutaan dengan konversi saat ini.

SUMBER

JS NEWS – Belum lama ini, Realme telah meluncurkan ponsel anyarnya bernama Realme U1. Berbarengan dengan kemunculan smartphone selfie tersebut di Indonesia, terselip satu aksesori yang juga diperkenalkan.

Adalah earphone bernama Realme Buds yang dimaksud. Salah satu daya tarik utamanya adalah, harganya cuma Rp 89 ribu. Walau begitu, ternyata in-ear earphone ini tak cuma bermodal harga murah.

Saat diluncurkan, Realme Buds diklaim memiliki suara bass yang lebih kencang hingga 160%. Untuk itu, lagu-lagu genre hip-hop harus coba didengarkan menggunakan earphone ini.

Benar saja, Humble milik Kendrick Lamar sampai Glow Like Dat yang dibawakan Rich Brian terasa ‘nendang’ di kuping. Bass yang dihasilkannya juga jernih saat lagu electronic dance music (EDM) dimainkan, seperti Alone dari Marshmello hingga Cuba punya Calvin Harris.

Beberapa judul lain yang menonjolkan bass dari Realme Buds adalah Another One Bites the Dust (Queen), Mardy Bum (Arctic Monkeys), dan The Less I Know the Better (Tame Impala).

Satu lagi nilai plus dari earphone ini adalah adanya magnet yang ditanam di dalamnya. Hal ini membuatnya tidak terlalu merepotkan untuk dibereskan ketika dikeluarkan dari saku atau kantung tas.

Untuk materialnya, ada dua jenis bahan yang digunakan oleh Realme Buds. Pertama tentunya karet yang digunakan pada dua kabel penghubung buds dari perangkat ini.

Baca Juga : JAJAL KEKUATAN LAPTOP KONVERTIBEL HP PAVILLION X360

Sedangkan satunya lagi adalah kevlar yang melapisi dari belakang jack audio sampai kabel earphone ini terbagi dua. Material kevlar yang digunakan pun cukup kuat sehingga bisa memperpanjang umur earphone.

Jika bicara buds-nya, karet yang digunakannya cukup nyaman di telinga. Jika ukurannya terasa kurang pas, ada dua pasang alternative dengan ukuran berbeda di dalam paket Realme Buds ini.

Selain itu, bentuknya juga tidak lurus saja, tapi sedikit miring sehingga lebih sesuai dengan lubang telinga. Hal ini penting karena jika Realme Buds tidak terpasang dengan benar, suaranya akan sangat terasa bedanya.

Satu nilai minus dari earphone ini datang dari tombol remote. Hal ini karena tombol volume dengan tombol fungsi yang berada di tengah keduanya terasa berbeda ketika ditekan

Tombol volume seperti ‘mendem’ ketika ditekan, sedangkan tombol fungsi untuk mengangkat atau mematikan telepon lebih terasa saat dipencet.

Mungkin fungsinya adalah untuk membedakan mana tombol fungsi dengan tombol volume, namun perbedaan ini sedikit membingungkan ketika di awal penggunaan.

Secara keseluruhan, kualitas suara yang dihasilkan Realme Buds memang bukan yang terbaik, ditambah tidak terasa memiliki resolusi tinggi. Walau begitu, bass yang dihasilkan patut dipuji untuk sebuah earphone seharga Rp 89 ribu.

Hal ini karena bass-nya tidak amat dominan sehingga suara yang dihasilkan tetap seimbang. Lebih lanjut, suaranya juga sama sekali tidak ‘sember’ seperti kebanyakan earphone yang harganya berada di kisaran angka tersebut

SUMBER : DETIK

JS NEWS- Oppo baru saja meluncurkan R17, sebuah handset pertama dengan layar yang dilindungi Gorilla Glass 6, Dan hari ini mereka merilis Oppo R17 versi Pro. Dilihat dari spesifikasinya, R17 versi Pro ini menyematkan tiga kamera di bagian punggung yang bercorak warna gradiasi. Masing-masing kamera memiliki konfigurasi 20 megapiksel dengan penstabil gambar (OIS), 12 megapiksel di kamera sekunder, dan lensa 3D Stereo Camera yang digunakan untuk memberikan efek realitas ganda atau augmented reality (AR). Mari kita simak lebih lengkap review singkat OPPO R17 Pro.

Baca Juga : PONSEL TAK LAKU, ESSENTIAL BELUM MAU MENYERAH

Selain spesifikasi dan fitur diatas tadi, Oppo juga membenamkan dua baterai di dalam perangkat R17 Pro dengan masing-masing memiliki kapasitas sebesar 1.850 mAh. Sehingga secara totalnya, baterai yang berkerja di perangkat OPPO R17 Pro memiliki kapasitas hingga 3,750 mAh. Dengan menggunakan dua baterai terpisah ini memungkinkan pengguna mengisi daya hingga 40 persen dalam waktu 10 menit menggunakan teknologi Super VOOC besutan Oppo. Wah keren kan, jadi tidak lagi perlu menunggu lama untuk pengisian daya baterai sehingga sangat efisien dalam waktu pengisian daya.

spesifikasi oppo r17pro


Dari segi desain, Oppo R17 Pro tidak jauh berbeda dengan Oppo R17 reguler. Bentang layarnya sama yakni 6,4 inci dengan panel AMOLED. Rasio layar ke bodi mencapai 91,5 persen sehingga tampak lebih luas. Di sisi atas layar juga tersisa notch atau poni sangat mini yang mereka sebut sebagai desain waterdrop screen. Desain layar dengan notch / poni ini memang sudah biasa di smartphone keluaran terbaru semenjak di populerkan iPhone X.

Oppo R17 juga lebih bertenaga dengan chipset Snapdragon 710 dibanding Oppo R17 reguler. Chip tersebut memiliki delapan inti dengan kecepatan 2,2 GHz, didukung grafis Adreno 616. Flagship ini dibekali RAM 8 GB dan media internal 128 GB. Sensor pemindai sidik jarinya berpindah ke bagian display (in-display fingerprint) seperti Oppo R17.

SUMBER

JS NEWS Nasib Essential Phone, smartphone yang dibuat oleh bapak Android, Andy Rubin memang telah dipastikan tamat karena kurang mendapat respon positif pasar. Essential selaku produsen smartphone tersebut tidak hanya menghentikan penjualan, mereka juga tidak lagi memproduksi Essential Phone. 

Tapi, fakta ini bukan maksud menandakan bahwa Essential juga ikut-ikutan tamat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Riset Esensial, Jason Keats. 

Baca Juga : DATA PENTINGNYA TEKNOLOGI PENGELOLAAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Lewat cuitannya, Keats mengatakan bahwa semua berita yang menyebut itu penting telah membantah untuk membantahnya. 

“Semua berita tentang kegagalan Essential justru mendorong saya untuk membuktikan mereka salah di masa depan. Kami belum berakhir, sama sekali tidak,” tulis Keats di akun Twitter-nya, seperti dikutip detikINET, Rabu (2/1/2019).

Cuitan Keats pun mendapat banyak respon dari follower-nya yang kebanyakan pengguna Essential Phone. Ada yang memberi masukan agar smartphone Essential selanjutnya memiliki fitur headphone jack, ada juga yang memuji Essential Phone dan menyemangati Keats agar Essential bisa bangkit lagi. 

Dari cuitan Keats selanjutnya, ia terlihat makin optimis setelah mendapat dukungan dari follower-nya. 

“Cukup mengagumkan untuk melihat begitu banyak orang yang bersemangat dan tertarik dengan Essential,” tulisnya. 

Belum dinilai apa produk Essential selanjutnya yang akan membuktikan kritik itu salah. Terakhir, perangkat yang dikembangkan oleh Essential adalah smartphone mungil berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disebut bisa menjadi ‘asisten pribadi’ penggunanya.

SUMBER : DETIK