JS NEWS –Hampir kebanyakan Chromebook yang ada saat ini biasanya ditenagai oleh chip dari Intel. Mencoba hal baru, HP dan Acer resmi memperkenalkan Chromebook barunya dengan prosesor AMD pertama didunia.

Disebut HP Chromebook 14 dan Acer Chromebook 315, keduanya sama-sama tiba dengan digerakan oleh prosesor AMD A4 yang digabungkan bersama grafis Radeon R4. Ini juga memiliki opsi prosesor AMD A6 yang diharapkan tersedia di beberapa pasar.

Baca Juga : DIBANDEROL MULAI $999, HUAWEI MATEBOOK 13 SIAP TANTANG MACBOOK AIR GENERASI TERBARU

Secara umum, AMD A4 dan A6 mirip dengan seri Pentium dan Celeron dari Intel. Ini menunjukkan bahwa Chromebook HP dan Acer merupakan perangkat sederhana yang hemat daya.

Berbicara spesifikasi, HP Chromebook 14 datang dengan menampilkan layar 14 inci dengan resolusi tepat di atas 720p. Dibagian memori, HP Chromebook 14 didukung oleh RAM DDR4 4GB dan penyimpanan internal eMMC 32GB.

Pilihan konektivitas, Chromebook dari HP itu telah disematkan dukungan Wi-Fi 802.11ac, Bluetooth 4.2, 2 port USB Tipe-C, 2 port USB Type-A, dan jack audio 3.5mm. Sementara untuk membuatnya bisa digunakan, HP telah membenamkan baterai 47.36W yang dikatakan mampu bertahan 9 jam.

Di sisi lain, Acer Chromebook 315 datang dengan memiliki layar yang lebih besar yaitu 15,6 inci dengan resolusi 1080p. Acer Chromebook 315 juga memiliki model touchscreen yang bisa dijadikan pilihan bagi pengguna.

Sedangkan untuk memori, perangkat ini tersedia dalam dua varian, termasuk RAM 4GB atau 8GB dengan penyimpanan internal masing-masing 32GB dan 64GB. Pilihan konektivitas hampir sama dengan Chromebook milik HP, kecuali kapasitas baterai yang diklaim mampu bertahan 10 jam.

Untuk harganya, HP Chromebook 14 akan dijual dengan label harga mulai dari $ 269 (sekitar Rp 3,8 juta) dan $ 279 (sekitar Rp 4 juta) untuk Acer Chromebook 315. Rencananya HP Chromebook 14 akan tersedia akhir bulan ini, sedangkan Acer Chromebook 315 datang bulan Februari nanti.

SUMBER : BEJAGADGET

JS NEWS –  Setahun yang lalu, Huawei memperkenalkan laptop istimewa bernama MateBook X Pro. Tahun ini, tepatnya di ajang CES 2019, Huawei kembali menyingkap laptop baru yang tak kalah menarik, yaitu MateBook 13.

Hal pertama yang membuatnya layak menerima sorotan adalah dimensinya. Ukurannya tidak jauh berbeda dari MacBook 12 inci besutan Apple, akan tetapi berkat bezel layar yang tipis, MateBook 13 mampu mengemas layar berukuran lebih besar.

Bezel-nya memang belum setipis MateBook X Pro, akan tetapi ini justru membuahkan hal yang positif: webcam milik MateBook 13 diposisikan sebagaimana mestinya di atas layar, bukan disembunyikan di balik keyboard dan dalam posisi yang jauh dari kata ideal.

Layar sentuhnya sendiri mengemas resolusi 2160 x 1440 pixel; sama-sama memakai aspect ratio 3:2 seperti MateBook X Pro meski resolusinya lebih rendah. Bekal semacam ini sejatinya sudah cukup untuk bersaing langsung dengan MacBook Air generasi terbaru. Meski MateBook 13 kalah perihal resolusi, bodinya ternyata lebih tipis ketimbang MacBook Air di angka 14,9 mm.

Baca Juga : HP LUNCURKAN SPECTRE X360 15 DENGAN LAYAR AMOLED

Urusan performa, varian termahalnya dibekali prosesor Intel Core i7-8565U, GPU Nvidia GeForce MX150, RAM 8 GB dan SSD 512 GB. Kombinasi ini dipercaya mampu menyajikan daya tahan baterai hingga 10 jam.

Seperti halnya MacBook Air, MateBook 13 juga hanya memiliki sepasang port USB-C saja, tapi setidaknya Huawei masih berbaik hati menyertakan unit docking dengan sejumlah portekstra pada paket penjualannya. MateBook 13 pun tidak lupa meminjam salah satu fitur unggulan kakaknya, yakni sensor sidik jari yang terintegrasi ke tombol power di ujung kanan atas, dan speaker-nya pun sudah mendukung Dolby Atmos.

Rencananya, Huawei MateBook 13 akan dipasarkan mulai akhir bulan ini juga di Amerika Serikat, dengan banderol harga mulai $999 untuk varian termurahnya.

SUMBER : DAILY SOCIAL

JS NEWS – Tidak seperti smartphone, populasi laptop yang mengusung layar AMOLED masih sangat sedikit. Kenyataan ini sepertinya menjadi motivasi tersendiri buat HP. Di event CES 2019, mereka memperkenalkan laptop Spectre x360 15 baru yang mengemas display AMOLED.

Ya, AMOLED yang begitu dikenal akan keunggulannya dalam hal kontras itu, dan di sini HP mengklaim rasio kontrasnya mencapai angka 100.000:1, serta mampu menampilkan 33% lebih banyak warna ketimbang spektrum sRGB

Label “x360” mengindikasikan bahwa layar 15 incinya dapat dilipat 360 derajat, akan tetapi entah kenapa HP masih enggan merincikan resolusinya. Soal desain, wujudnya sama persis dan sama premiumnya seperti duo Spectre x360 yang dirilis belum ada setahun lalu.

Secara teori, layar AMOLED semestinya lebih irit daya ketimbang LCD, yang berarti daya tahan baterai laptop ini seharusnya melebihi angka 17,5 jam – angka yang dicatatkan saudara kembarnya yang berlayar LCD. Juga ikut memegang peran adalah prosesor Intel Core i7 generasi terbaru, sedangkan untuk GPU-nya akan ada pilihan antara besutan Nvidia atau AMD.

Untuk harga, sudah pasti ia lebih mahal ketimbang model LCD, namun angka pastinya masih belum dibeberkan. Pemasarannya sendiri dijadwalkan berlangsung mulai bulan Maret mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, HP juga memperkenalkan varian baru untuk laptop unik berlapis kulitnya, Spectre Folio. Varian baru ini selain mengusung warna anyar juga datang membawa layar sentuh beresolusi 4K. Pemasarannya sudah berlangsung dengan banderol mulai $1.309.

SUMBER : DAILY SOCIAL

JS NEWS – Di tengah maraknya ponsel super pintar, tampaknya laptop atau komputer jinjing tak pernah kehilangan pamor. Berbagai produsen laptop berlomba memperbaiki fitur hingga model.

Salah satu model dan fitur yang saat ini sedang marak adalah laptop putar dengan layar sentuh. Selain Dell dan Lenovo, HP adalah salah satu vendor komputer jinjing yang masih ‘getol’ mengenalkan jajaran baru laptopnya.

Belum lama ini, CNNIndonesia.com mendapatkan kesempatan untuk menjajal HP Pavilion seri x360 14-ba 161tx. 

Body dan Layar

Seperti nama serinya x360, laptop konvertibel ini bisa diputar hingga 360 derajat. Dari sisi body, laptop berbahan plastik dan logam dengan warna silk gold. 

Laptop ini memiliki besaran layar 14 inci dan aspek rasio 16: 9. Teknologi yang ditanamkan oleh HP dalam layar laptop ini adalah touchscreen. Laptop dapat dilipat layaknya sebuah tablet tanpa harus menggunakan keyboard.

Namun, jika ingin digunakan untuk bekerja, tampilan laptop tanpa papan ketik agak menyulitkan. Pengguna bisa tetap mengetik dengan papan ketik digital di layar.

Baca Juga : LENOVO THINKPAD X1 YOGA (3RD GEN): FISIKNYA TANGGUH, KINERJA TINGGI

Sayangnya, jika untuk bekerja dan mengetik cepat, papan ketik digital kurang nyaman dibandingkan dengan keyboard konvensional.

Tetapi, bagi pengguna yang menyukai gambar. Fitur laptop yang dilipat hingga tablet memudahkan untuk melakukan sketsa dan menggambar. Apalagi, HP menambahkan stylus dalam laptop ini.

Sayangnya, terkadang layar sentuh tak memberikan respon yang cepat dari goresan stylus. Namun, touchpad yang disediakan laptop ini sangat responsif. Windows 10 gestures seperti swipe tiga jari dan gerakan menu notifikasi bekerja dengan baik.

Perlu diperhatikan juga, stylus yang diberikan terpisah dengan laptop. Berbeda dengan stylus berada pada Samsung Galaxy Note. Stylus laptop diletakkan terpisah layaknya iPad Pro dan Apple Pen.

Sehingga, pengguna harus lebih berhati-hati ketika menyimpan stylus agar tak mudah hilang atau terselip. Stylus yang diberikan lebih besar sedikit dari ukuran mayoritas bolpoin.

Namun, tetap nyaman dan mudah digunakan. Stylus ini bekerja menggunakan dua baterai. Sehingga pengguna harus memperhatikan pergantian baterai secara berkala agar tetap bisa digunakan.

Baca Juga : SPECTRE FOLIO, LAPTOP KULIT ANYAR KELUARAN HP

Audio, Prosesor dan Ketahanan

CNNIndonesia.com sempat menjajal laptop dengan posisi layar dibalik dan keyboard dijadikan alas untuk layar tetap tampil tegap. Saat itu, laptop digunakan untuk streaming. 

Dari sisi suara speaker, laptop ini memberikan suara yang jernih terutama saat menonton film. Pasalnya, teknologi audio laptop ini didukung oleh Bang & Olufsen.

Perusahaan audio ternama asal Denmark. Sehingga dari sisi suara memang tak lagi diragukan. Ditambah dengan kartu grafis NVidia GeForde 940MX.

Laptop ini memiliki baterai yang cukup kuat untuk digunakan sehari-hari. Ketika mencoba langsung, laptop ini dipakai untuk menulis dengan koneksi internet dan bisa bertahan lebih dari tujuh jam. 

Perpindahan dari satu aplikasi ke aplikasi lain pun cepat dan tidak mengalami lagging atau lambat. 

Laptop ini ditenagai oleh Intel Core i5-8250U (1.6 GHz base frequency, up to 3.4 GHz with Intel Turbo Boost Technology, 6 MB cache, 4 cores)

Baca Juga : MACBOOK AIR DENGAN RETINA DISPLAY DAN MAC MINI TERBARU MELUNCUR OKTOBER?

Kesimpulan dan Spesifikasi

Dengan berat laptop sekitar 1,7 kilogram, perangkat ini cukup berat untuk dibawa-bawa. Namun, untuk pekerjaan sehari-hari terutama yang berhubungan dengan multimedia, laptop ini sudah cukup mumpuni dan minimal mengalami lagging.

Spesifikasi

Processor: Intel Core i5-8250U (1.6 GHz base frequency, up to 3.4 GHz with Intel Turbo Boost Technology, 6 MB cache, 4 cores)
Processor family: 8th Generation Intel Core i5 processor
Memory: 8 GB DDR4-2400 SDRAM (1 x 8 GB)
Internal storage: 1 TB 5400 rpm SATA
Storage type: HDD
Display: 14″ diagonal HD SVA WLED-backlit multitouch-enabled edge-to-edge glass (1366 x 768)
Graphics: NVIDIA GeForce 940MX (2 GB DDR3 dedicated)
Audio features: B&O PLAY, dual speakers, HP Audio Boost

SUMBER : CNN INDONESIA

JS NEWS – Chromebook cukup dikenal di kalangan konsumen, tetapi lebih dikenal oleh kalangan siswa dan pendidik. Apalagi Asus baru saja meluncurkan jajaran Chromebook baru yang juga fokus pada pendidikan dengan sorotan pada bobotnya yang ringan dan ketangguhannya. Fitur penting untuk perangkat yang dipergunakan oleh anak sekolah.

Ada empat model Chromebook yang diluncurkan oleh Asus, mari kita bahas satu per satu.

Asus Chromebook Tablet CT100

Asus Chromebook Tablet CT100 adalah perangkat tablet yang menonjolkan bobotnya yang ringan namun dengan ketahanan menerima benturan dan hentakan. Ada sasis karet setebal 10mm yang melindungi perangkat jika jatuh dari ketinggian sampai dengan 100cm.

Tablet memiliki layar 9,7 inci dengan dukungan stylus untuk mempermudah akses ke berbagai fitur di dalamnya. Jeroannya menggunakan prosesor berkonfigurasi dua inti Cortex-A72 dan empat inti Cortex-A53, RAM 4GB dan memori internal 32GB.

Asus Chromebook Flip C214

Sedangkan Asus Chromebook Flip C214 merupakan perangkat notebook convertible 2-in-1 yang dapat dilipat dan diposisikan dalam sudut yang berbeda tergantung kebutuhan. Jeroannya menggunakan prosesor Intel Celeron, dengan RAM 8GB dan penyimpaan internal 64GB. Layarnya seluas 11,6 inci plus dukungan stylus dan perlindungan Gorilla Glass 3.

Baca Juga : IDC: TAHUN DEPAN HARGA NOTEBOOK LOW-END 13-14 INCI BAKAL TURUN

Asus Chromebook C204

Pilihan lainnya ada Asus Chromebook C204 yang menawarkan engsel 180 derajat dengan pelindung karet di setiap sudut guna menahan benturan. Tersedia juga dalam opsi layar sentuh, Asus Chromebook C204 mengandalkan Intel Celeron dual core bersama dengan RAM 4GB untuk melahap berbagai tugas-tugas sekolah. Kapasitas memorinya sendiri hanya 32GB dengan dukungan slot micrSD jika dirasa perlu memori tambahan.

Asus Chromebook C403

Yang terakhir adalah Asus Chromebook C403, notebook yang diposisikan sebagai alternatif C204 namun dengan layar yang lebih lega, yaitu 14 inci. Engselnya tetap 180 derajat dengan spesifikasi jeroan yang benar-benar identik. Tetapi karena body-nya lebih besar, Asus Chromebook C403 membawa speaker dan juga baterai yang tahan besar. Harga dan ketersediaan keempatnya disebut akan diumumkan kemudian.

SUMBER : DAILY SOCIAL

JS NEWS – IDC meyakini penjualan pasar PC China pada 2019 akan mencapai 50,6 juta unit atau turun 2,7% YoY (tahun ke tahun). Mereka juga meramalkan notebook low-end 13 dan 14-inci bakal mengalami penurunan harga.

Mengenai penurunan pasar PC, maka di China industrinya lebih rendah daripada tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata global. International Data Corporation (IDC) menyatakan, pada 2019, baik pasar konsumen dan pasar komersial menghadapi serangkaian ketidakpastian dalam ekonomi dan penawaran.

Meskipun pengiriman PC secara keseluruhan akan menurun, mereka optimistis tentang pengembangan notebook gaming. Sekadar informasi, Intel akan meluncurkan prosesor generasi kesembilan dan NVIDIA secara aktif mempromosikan kartu grafis arsitektur Turing. 

Baca Juga : WINDOWS 10 AKHIRNYA SALIP WINDOWS 7

Jadi ada alasan untuk berpikir bahwa ledakan pertumbuhan notebook game akan terjadi tahun 2019. Terutama pada paruh kedua 2019 hingga awal 2020.

Selain laptop game, notebook yang terlihat gaya dan berkinerja tinggi akan memimpin tren laptop baru pada 2019. Dengan peluncuran perangkat keras baru dari NVIDIA dan Intel, ketebalan notebook berkinerja tinggi akan semakin menurun. 

IDC menunjukkan, meskipun pasar notebook memiliki peningkatan yang signifikan pada tahun depan, semuanya akan tergantung pada persediaan CPU Intel. Selain itu, kapasitas penyimpanan laptop semakin ditingkatkan dan hard drive SSD 512 GB bisa menjadi standar pada 2019.

Kehadiran Xiaomi dan Huawei juga membawa angin segar. Keduanya memasuki pasar PC semakin dalam sehingga menciptakan persaingan di antara produsen menjadi semakin ketat. Produsen pun terpaksa harus mengorbankan keuntungan mereka dengan imbalan pangsa pasar yang lebih besar.
Tentu persaingan itu membuat pasar notebook low-end 13-inci 14-inci diperkirakan akan mengalami penurunan harga. Khususnya produk notebook AMD R5 yang mungkin menjadi poin penting pasar.

SUMBER : SINDO NEWS

JS NEWS – Sebelum Windows 10 dirilis, bisa dibilang sistem operasi jagoan Microsoft adalah Windows 7. Popularitasnya bahkan tetap lebih tinggi ketimbang Windows 8 yang dirilis sebelum Windows 10.

Namun kini pangsa pasar Windows 7 sudah tersalip oleh adiknya, yaitu Windows 10. Laporan ini muncul sekitar setahun sebelum Microsoft menyetop dukungannya untuk Windows 7.

Butuh waktu cukup lama bagi Windows 10 untuk menjadi OS Microsoft yang paling populer di dunia. Yaitu tiga setengah tahun setelah pertama dirilis ke pasaran, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Kamis (3/1/2019).

Menurut laporan dari Net Applications, market share Windows 10 per Desember 2018 lalu mencapai 39,22%, sedikit lebih tinggi ketimbang market share Windows 7 36,9%. Microsoft sendiri mungkin saja mengharapkan kalau market share Windows 10 bisa menyalip Windows 7 sejak lama.

Baca Juga : ACER LUNCURKAN 3 LAPTOP MEWAH YANG TERINSPIRASI MINI COOPER, HARGANYA?

Namun tampaknya memang sulit mengalahkan popularitas Windows 7 yang sudah dirilis sejak 10 tahun yang lalu. Hal ini terlihat dari program Microsoft yang awalnya menargetkan 1 miliar perangkat menjalankan Windows 10 yang diharapkan bisa terjadi tiga tahun setelah OS tersebut dirils.

Tenggat waktu tersebut kemudian ditambah oleh Microsoft karena mereka menyadari target ini sulit tercapai. Saat ini pun jumlah perangkat yang menjalankan Windows 10 baru mencapai sekitar 700 juta perangkat.

Soal Windows 7, Microsoft akan menghentikan tambahan waktu dukungan untuk OS tersebut pada 14 Januari 2020 mendatang. Microsoft akan sulit memfokuskan pelayanannya ke Windows 10 karena masih banyak pengguna yang rela membayar uang tambahan untuk program Extended Security Updates di Windows 7.

SUMBER : DETIK