JS NEWS- Kabar gembira bagi kamu pencinta game balapan di perangkat mobile. Sebuah game balap mobil baru berjudul ‘Speed Drifters’ siap menambah variasi pilihan game balap mobil seru di smartphone milikmu.Garena, selaku penerbit game ini, mengumumkan ‘Speed Drifters’ bakal tersedia untuk diunduh secara bebas pada 17 Januari mendatang baik di Android maupun iOS. Pengguna bisa men-download game ini secara gratis, alias tidak dikenakan biaya sedikit pun.

Peluncuran itu akan diselenggarakan secara bersamaan di beberapa negara, yang di antaranya adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.Game ‘Speed Drifters’ dikembangkan oleh Tencent Timi Studio Group dan dikelola oleh Garena Indonesia. Jika diperhatikan, memang saat ini sudah sangat banyak pilihan game balapan yang tersedia di perangkat mobile.Tapi, Project Manager Garena Indonesia, Johannes Eldwin Pradipta, menjelaskan jika game ini berbeda dengan game balapan lain, karena sudah dioptimasi untuk berbagai jenis smartphone.”Kita lihat banyak game racing yang ada sekarang ini, pertama pengalaman sudah dioptimasi untuk perangkat mobile. Kontrol yang mudah dan customizable. Dapat dimainkan di hampir seluruh smartphone di pasaran. Ini tantangan tersendiri bagi developer untuk memberikan game yang bisa dimainkan di berbagai perangkat dari yang kelas menengah hingga tinggi,” jelas Johannes, dalam acara peluncuran ‘Speed Drifters’ di Jakarta, Senin (14/1).

Johannes menambahkan game ‘Speed Drifters’ telah mendapat sambutan hangat di negara asalnya yaitu China dengan pencapaian 20 juta pemain pada Minggu pertama sejak diluncurkan pada Desember 2018.Ada beberapa fitur yang menjadi keunggulan dan daya tarik dari game ‘Speed Drifters’. Selain pengguna bisa bermain online, mereka juga bisa memainkan mode Ranked yang bisa dimainkan sendiri (Solo Speed) atau bersama tim (Team Item).Di mode Rank untuk Team Item, satu kelompok terdiri dari tiga pemain akan melawan satu kelompok lain. Pemain di tiap kelompok harus meraih posisi tertinggi dan bahu-membahu untuk memenangkan permainan.

Baca Juga : RAGE IN PEACE – EMOSI DALAM WAHANA ROLLER COASTER

Selain itu ada fitur Married System yang memungkinkan para pemain untuk memiliki pasangan di dalam game. Ada juga fitur Music Ingame yang bisa menemani pemain dengan lagu-lagu yang berlisensi saat bermain.

Fitur lainnya adalah Rest Area, yang memungkinkan pengguna untuk memainkan berbagai mini games, atau menambah teman baru yang bisa ditemukan di Rest Area. Pemain juga dibebaskan untuk melakukan kostumisasi beberapa elemen, seperti karakter, mobil, dan tata letak pengendalian di dalam game.”Kami memberi kebebasan kepada pemain untuk berekspresi. Ada fitur customizable character, karakteristik mobil yang beragam. Mobil di set up berbeda dalam setiap medan, setiap karakter mobil ini mudah dipelajari, tetapi sulit dikuasai,” jelasnya.Game ‘Speed Drifters’ juga menyediakan pembelian dalam aplikasi untuk mempercepat pengguna dalam memperoleh koin yang bisa digunakan untuk meningkatkan permainan.

Baca Juga : FINAL FANTASY DIGITAL CARD GAME HADIR DI SMARTPHONE

Garena sudah membuka pra-registrasi untuk game ‘Speed Drifters’ yang dijanjikan bakal hadiah eksklusif bagi mereka yang telah mendaftar lebih awal. Ada juga hadiah eksklusif untuk racer-racer perdana dan event-event terbatas hanya untuk beberapa minggu pertama peluncuran.

SUMBER : KUMPARAN

JS NEWS – Ketika pertama kali mencicipi Rage in Peace dalam acara PopCon Asia 2016, saya langsung tahu bawa game ini akan menjadi sebuah game yang spesial. Saya tentu tidak bisa memperkirakan akan sesukses apa Rage in Peace secara finansial karena saya tak punya ilmu tentang itu. Akan tetapi saya amat yakin, Rolling Glory Jam punya potensi menciptakan sesuatu yang lain daripada developer Indonesia pada umumnya.

Keyakinan itu adalah sesuatu yang agak sulit untuk dijelaskan secara spesifik. Mungkin karena sejak awal, Rolling Glory Jam telah menunjukkan vertical slice yang sangat terpoles baik, bukan hanya prototipe tapi sudah berwujud sepotong game dengan standar kualitas ritel. Mungkin karena begitu menggenggam gamepad, hanya butuh waktu beberapa detik untuk saya merasa bahwa ini adalah game yang “feels good to play”. Atau mungkin semua itu hanya firasat saja, entahlah.

Satu hal yang pasti, saya punya ekspektasi tinggi terhadap Rage in Peace. Malah mungkin tingginya sudah sampai kadar agak tidak sehat. Saya sudah ngefans dengan game ini bahkan sebelum saya tahu apakah game ini betulan bakal rilis atau tidak. Lebih parah lagi, para developernya berkata pada saya bahwa mereka ingin game ini bukan jadi platformer biasa. Berlawanan dengan konsensus umum bahwa daya tarik utama platformer adalah gameplay, Rolling Glory Jam justru ingin Rage in Peace punya kekuatan utama di cerita. Ekspektasi saya semakin meroket.

Saya berharap banyak pada Rage in Peace, tapi sekaligus juga skeptis. Sebagus-bagusnya cerita buatan mereka, saya tidak yakin Rolling Glory Jam bisa menyajikan sesuatu selevel game yang dari awal memang dirancang untuk narrative-drivenFeeling saya mengatakan bahwa Rage in Peace akan menjadi game yang bagus, berkualitas di atas rata-rata, namun kemungkinan masih jauh untuk masuk dalam jajaran masterpiece atau platformer legendaris.

Terima kasih, Rolling Glory Jam, karena telah membuktikan bahwa saya salah.

Damai dalam amarah

Rage in Peace adalah sebuah side-scrolling platformer yang diciptakan oleh studio game asal Bandung, Rolling Glory Jam, dan diterbitkan oleh Toge Productions. Dalam game ini, Anda berperan sebagai Timmy Malinu, seorang pemuda berkepala marshmallow yang punya sebuah impian sederhana. Ia ingin mati dalam keadaan damai, di atas kasur, sambil memakai piyama dan tanpa drama.

Suatu hari, tiba-tiba Timmy didatangi oleh malaikat pencabut nyawa alias Grim Reaper. Tanpa peringatan, Grim Reaper berkata bahwa giliran mati bagi Timmy telah tiba. Tapi Grim Reaper sedang berbaik hati. Ia mengizinkan Timmy untuk berusaha mewujudkan paling tidak satu impian terakhirnya. Maka dimulailah perjalanan Timmy menuju rumah dengan selamat, sebelum akhirnya ajal benar-benar menjemput.

Apa side-scrolling platformer paling sederhana yang pernah Anda mainkan? Mungkin Anda akan menjawab pertanyaan ini dengan Super Mario Bros. versi NES. Nah, Rage in Peace bahkan lebih sederhana lagi dari itu, setidaknya dari segi sistem kontrol. Game ini hanya memiliki satu tombol aksi, yaitu untuk melompat. Ya, benar-benar hanya satu. Setidaknya di Super Mario Bros. kita masih bisa menembakkan bola-bola api, atau melakukan sprint. Sementara Timmy, jangankan menembak. Jongkok saja dia tidak bisa.

Baca Juga : FINAL FANTASY DIGITAL CARD GAME HADIR DI SMARTPHONE

Sistem kendali begitu sederhana, bukan berarti game ini lantas gampang. Justru kebalikannya. Rage in Peace adalah game yang sangat sulit. Dalam perjalanan menuju rumah, Timmy harus menghindari aneka rupa marabahaya. Setiap jebakan dan musuh di game ini dirancang untuk muncul tiba-tiba, di tempat-tempat tak terduga. Jadi Anda akan sering, sangat sangat sering mati.

Untuk menyelesaikan stage, Anda harus berkonsentrasi, menghapal lokasi serta timing jebakan-jebakan yang ada, kemudian mengendalikan Timmy agar dapat menghindar dengan cekatan. Jadi Rage in Peace merupakan kombinasi antara tantangan otak dan tantangan jari. Tapi jangan khawatir bila Anda sering mati. Di sini tidak ada game over, juga tidak ada penalti apa pun meski Anda harus mengulang stage hingga ratusan kali.

Untungnya lagi, Rage in Peace juga menyediakan sangat banyak checkpoint, sehingga Anda tidak perlu takut mengulang terlalu jauh ketika gagal. Game ini memang susah, tapi tantangan yang diberikan tak pernah terasa tidak adil. Ada keseimbangan yang pas antara kesulitan dengan fasilitas bantuan yang disediakan, jadi pemain tidak akan sampai merasa frustrasi. Paling-paling lelah saja setelah memaksa otak bekerja keras untuk menyelesaikan beberapa stage berturut-turut.

Di awal-awal mungkin Anda akan merasa geregetan melihat Timmy mati berulang kali. Tapi setelah angka kematian itu mencapai tiga digit, kemungkinan Anda sudah tidak peduli lagi. Di titik itu, Anda akan merasa game ini berubah, dari sekadar “platformer susah” menjadi semacam media meditasi di mana seluruh pikiran Anda hanya fokus pada satu hal: memorisasi. Setelah berhasil melewati fase rage, Anda akan masuk ke kondisi mental peace. Anda menerima kesulitan sebagai suatu keniscayaan, kemudian pikiran Anda tenggelam ke dalam dunia kecil namun imersif yang dihiasi warna-warna senja, alunan musik post-rock, serta mungkin, aroma kopi.

Rebirth, Reminisce, Redemption

Rage in Peace memiliki cerita yang terdiri dari enam babak (Act). Saya sungguh berharap bisa menceritakan semuanya, kemudian meyakinkan Anda untuk tidak ragu-ragu membeli game ini. Tapi itu berarti saya harus menyebarkan dosa besar yang bernama spoiler. Paling banter, saya setidaknya bisa bercerita bahwa semua hal yang saya katakan tentang Rage in Peace sejauh ini hanya berlaku hingga Act 3.

Mulai Act 4 ke belakang, lupakan semua yang Anda ketahui tentang Rage in Peace. Lupakan semua bayangan Anda tentang platformer normal, karena Rage in Peace adalah game yang sama sekali tidak normal. Seperti menonton anime Food Wars: Shokugeki no Soma, pada awalnya Anda akan mengira sang koki sedang memasak nasi goreng, tapi begitu sampai di akhir ternyata hasilnya adalah pizza.

Ketika Rolling Glory Jam berkata bahwa mereka ingin narasi jadi unsur terkuat Rage in Peace, mereka sama sekali tidak main-main. Ini bukan “platformer yang punya cerita”. Ini adalah “cerita yang kebetulan punya platformer”. Semua mekanisme gameplay dalam Rage in Peace dirancang untuk menyampaikan suatu narasi, bahkan sampai ke hal-hal yang kecil. Hal-hal sepele, tapi mengandung nuansa serta simbolisme berkaitan dengan cerita yang sedang Anda alami. Yang, tentu saja, satu pun tidak bisa saya ceritakan kecuali dengan kata-kata ambigu seperti ini.

Saya tidak bisa memberi tahu Anda isi cerita Rage in Peace, tapi saya bisa memberi tahu bahwa game ini mengingatkan saya akan banyak hal. Banyak sekali hal, yang sama sekali tak terduga. Ketika saya berada di Act 3, saya teringat akan ketegangan mempertahankan nyawa di Dead Cells yang saya ulas beberapa waktu lalu. Ketika masuk ke cerita flashback masa lalu Timmy, saya teringat pada salah satu adegan bittersweet di drama tahun 1991 berjudul Tokyo Love Story. Dan ketika akhirnya cerita utama game ini mulai terkuak, nuansa yang saya rasakan mirip seperti ketika dulu memainkan Brothers: A Tale of Two Sons.

Baca Juga : 2019, PUBG AKAN RILIS 4 FITUR INI

Menyebut judul-judul di atas bukan berarti Rage in Peace adalah game yang tidak punya identitas. Justru sebaliknya, Rage in Peace memberi saya hantaman emosional begitu kuat, yang sebelumnya hanya saya rasakan dari judul-judul tersebut. Anda mungkin akan membandingkannya dengan hal-hal lain, tergantung dari pengalaman pribadi Anda. Mungkin Anda akan membandingkan Rage in Peace dengan NieR: Automata, atau Journey, atau sesuatu yang lain. Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya. Anda harus memainkannya sendiri.

Saya percaya bahwa seseorang yang sedang berkarya harus memegang prinsip “berani ngawur”. Ngawur tidak dalam artian bekerja asal-asalan, tapi berpikir sesuatu yang begitu tak lazim sampai-sampai orang lain bingung dari mana asal idenya. Go big or go home, begitu istilah kerennya. Saya rasa Rolling Glory Jam pun punya semangat seperti ini, dan setelah memainkan produk jadinya, saya paham mengapa Rage in Peace yang “cuma” platformer ini makan waktu tiga tahun untuk diselesaikan.

Video game adalah medium yang hebat

Dari tadi saya banyak berkoar tentang bagaimana narasi adalah daya tarik terkuat dari Rage in Peace. Tapi tahukah Anda, bahwa narasi yang saya maksud itu bukanlah tentang teks? Lebih tepatnya, bukan sekadar tentang teks.

Narasi dalam Rage in Peace adalah pertunjukan. Sebuah pentas, di mana para pemeran menari-nari di atasnya mengikuti koreografi dari sang sutradara. Mereka tampil mengenakan pakaian-pakaian indah, berlatar panggung sarat dekorasi yang terkadang terasa surreal namun sekaligus juga nyata. Permainan cahaya membawa kita hanyut ke suatu fantasi yang memabukkan, sementara alunan musik menjadi pilar tak tergantikan yang membuat adegan di depan mata itu layak disebut drama.

Bagian terbaiknya? Anda adalah bagian dari pertunjukan tersebut. Bukan sekadar hiburan, Rage in Peace memanfaatkan karakteristik video game semaksimal mungkin untuk menciptakan pengalaman yang tak bisa kita rasakan melalui medium lain. Di sini, keempat unsur utama video game (teks, visual, audio, dan gameplay) bersinergi menjadi suatu kesatuan “narasi” yang tak terpisahkan.

Ada kalanya gameplay memegang peranan utama, sementara musik hanya menjadi bagian dari suasana latar. Tapi kemudian tiba waktunya musik maju ke tengah panggung, disokong oleh gameplay serta tampilan visual di sekitarnya. Sesekali game ini berubah menjadi semacam walking simulator, dan kita diajak beristirahat sambil menikmati suguhan visual mengagumkan. Tapi gameini juga berani menyuguhkan teks di posisi terdepan, sambil membuang unsur-unsur lain yang dirasa tak perlu.

Inilah yang terjadi ketika seorang kreator berani melepaskan diri dari konsensus umum tentang apa yang harus dan tidak harus dilakukan. Inilah bentuk video game ketika dirancang sebagai sebuah karya seni, penuh eksplorasi berani dan didorong oleh sebuah visi. Mungkin bahasa saya terdengar lebay. Tapi membayangkan kerja keras dan imajinasi yang diperlukan untuk menciptakan sesuatu seperti Rage in Peace, saya tak punya kata-kata selain hanya pujian.

Kesimpulan: Emosi dalam wahana roller coaster

Jadi, layakkah Rage in Peace disebut sebagai sebuah masterpiece? Yah, mungkin belum. Tapi untuk menuju ke sana, jaraknya sudah dekat sekali. Mungkin bila Rolling Glory Jam punya anggaran lebih besar untuk menciptakan animasi-animasi yang lebih mengagumkan lagi. Mungkin bila kualitas penulisan dialognya ditingkatkan lagi sehingga terasa lebih natural dan believeable.

Mungkin bila pergerakan kamera ketika sedang scrolling bisa diperhalus lagi, atau hitbox karakter dibuat lebih konsisten, atau akselerasi gerakan karakter di Act 4 dan 5 dibuat lebih responsif, atau apa lah. Tidak ada game sempurna di dunia ini, tapi masterpiece hanya bisa lahir dari tangan orang-orang yang tak pernah berhenti mengejar kesempurnaan. Sekarang memang masih belum, tapi dengan debut seperti ini, saya yakin Rolling Glory Jam bisa. Ekspektasi saya yang sudah menjulang begitu tinggi saja ternyata berhasil mereka lampaui, kok.

Rage in Peace adalah paket komplet yang mengingatkan saya pada betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh video game. Di balik tampilan luarnya yang sederhana, game ini menyembunyikan roller coaster emosi berel spiral dengan pemberhentian akhir pada stasiun refleksi diri. Di dalamnya ada kemarahan, kesedihan, namun juga kebahagiaan, kedamaian. Dan bila Anda masih belum memainkannya… Anda tidak tahu apa yang sedang Anda lewatkan.

Sparks:

  • Desain para karakter yang memorable dan selalu memberi kesan kuat
  • Sistem kontrol yang responsif membuat Timmy sangat nyaman untuk dikendalikan
  • Keseimbangan pas antara kesulitan dan fasilitas bantuan
  • Gameplay yang begitu kreatif, jauh dari kata normal
  • Cerita seru dan penuh dengan momen emosional
  • Teks, audio, visual, dan gameplay bersinergi membentuk narasi unik yang mengagumkan
  • Musik ambience dan post-rock mengangkat nilai dramatis cerita ke titik yang sangat tinggi

Slacks:

  • Kualitas penulisan dialog masih bisa ditingkatkan lagi
  • Scrolling kamera terkadang tidak mulus sehingga mengganggu konsentrasi
  • Akselerasi gerakan Timmy di Act 4 sedikit kurang responsif
  • Sulit dijadikan bahan review karena lebih dari separuh isinya adalah kejutan

SUMBER : HYBRID

JS NEWS – Game Final Fantasy telah tersedia untuk para pemain di Android dan iOS. Kini, Square Enix membawa genre baru untuk Final Fantasy yakni card game.

Square Enix baru saja mengumumkan kehadiran Final Fantasy Digital Card Game untuk PC dan juga smartphone. Pengembang berencana untuk menjalankan beta tertutup antara 18-25 Januari 2019, tapi hanya untuk di Jepang. 

Seperti diketahui, game ini akan memungkinkan pemain untuk membangun deck mereka sendiri yang terdiri atas karakter Final Fantasy dan menghadapi pemain lain dalam mode PvP, sebagaimana dikutip dari Phone Arena, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga : 2019, PUBG AKAN RILIS 4 FITUR INI

Setiap games Final Fantasy dirancang untuk bertahan selama 12 putaran. Selain itu, tidak ada yang diketahui tentang gameplay. 

Tampilan mungkin tidak akan terlihat begitu bagus. Sebab, pengembang memutuskan untuk menggunakan desain 16-bit untuk karakter dan summons. 

Terakhir, Final Fantasy Digital Card Games akan diluncurkan di platform Yahoo Jepan Games Plus pada 2019. Square Enix diharapkan akan membawa sejumlah informasi lain pada saat peluncuran.

SUMBER : iNEWS

JS NEWS – Game PlayerUnknown Battlegrounds (PUBG) terus mengenalkan berbagai macam fitur dan peta baru. Upaya tersebut dilakukan agar game bergenre battle royale itu menjadi lebih baik bagi para gamer.

Menurut laman businesstoday, Rabu, 2 Januari 2019, PUBG akan mengeluarkan fitur dan peta baru dalam pembaruan selama 2019. Berikut ini adalah beberapa peningkatan yang dapat diharapkan oleh para pemain PUBG pada 2019:

1. 60 Frame Per Detik
Gameplay PUBG dibatasi di 30 FPS (frame per detik). Ini masih mampu menekan 60 FPS pada perangkat unggulan Apple dan Samsung high-end melalui beberapa fine tuning. Namun kontrol 60 FPS akan menjadi hal yang paling ideal untuk para gamer.

Permainan pada 60 FPS sangat bagus untuk mode permainan multipemain yang kompetitif, karena dapat meningkatkan waktu reaksi. Ini juga memungkinkan bermain game lebih lancar dan responsif. Dengan 30 FPS, memungkinkan PUBG untuk mendukung perangkat kelas menengah dan rendah.

Baca Juga : 10 MOBILE GAME TERBAIK 2018

2. Alat Streaming Seluler
Opsi streaming dan berbagi bawaan saat ini di PUBG sangat mendasar yang tidak lebih dari berbagi tangkapan layar. Namun, streaming bawaan dan opsi berbagi akan menguntungkan lebih banyak bagi PUBG Mobile, dan akan memungkinkan lebih banyak gamer untuk berbagi momen gameplay mereka.

3. Peta yang Dibundel
PUBG telah mendapatkan banyak popularitasnya karena dapat dimainkan pada perangkat yang tidak memiliki banyak ruang penyimpanan. Namun, dengan ukuran game 1.6 gigabita (GB) di Android, game ini memakan banyak ruang penyimpanan. Ditambah ada juga peta seperti Sanhok, Miramar dan Vikendi yang perlu diunduh jika pengguna ingin bermain dalam skenario itu. Faktanya dengan tidak dibundel dengan game dasar menjadi hal yang mengganggu.

4. Mata Uang PUBG Mobile
Ponsel PUBG memungkinkan pemainnya mendapatkan mata uang saat bermain game. Ini memiliki Battle Points (BP), Unknown Cash (UC), Silver Fragments dan Coupon Scraps. Itu membingungkan, karena tidak ada yang tahu dengan jelas mata uang apa dan untuk membeli peralatan apa. Pada 2019, diharapkan gangguan kecil itu dapat diselesaikan.

SUMBER : TEMPO

JS NEWS 2018 telah berakhir, tapi saya yakin banyak di antara kita yang masih berhutang menyelesaikan game-game epik di tahun lalu. Bahkan jika sudah menamatkannya, sejumlah permainan mendapatkan tambahan konten/mode baru yang mendorong kita buat terus menguliknya, misalnya Red Dead Online di RDR2 atau add-on tanpa henti untuk Monster Hunter: World.

Tahun 2019 memang baru dimulai, tetapi ia dijamin akan membuat para gamer jadi lebih sibuk lagi. Alasannya sederhana: beberapa permainan PC serta console terbesar dan paling dinanti di tahun ini dijadwalkan buat dilepas pada bulan Januari. Di sini, saya tidak mencoba menyaring judul-judul paling penting saja, namun menjabarkan semuanya secara lengkap.

Dari hasil pemantauan saya sejauh ini, ada 18 permainan yang akan meluncur selama 31 hari ke depan. Mereka disiapkan untuk seluruh platform current-gen, di antaranya PC, PlayStation 4 dan PSVR, Xbox, Switch serta 3DS. Sekadar pengingat, sejumlah judul di bawah adalah versi port. Ambil contohnya Catastronauts buat Switch, permainan tersebut telah lebih dulu mendarat di Steam.

Baca Juga : 10 MOBILE GAME TERBAIK 2018

Catastronauts

Switch – 3 Januari

JCB Pioneer Mars

Switch – 3 Januari

Mario & Luigi: Bowser’s Inside Story + Bowser Jr.’s Journey

3DS – 11 Januari

New Super Mario Bros U Deluxe

Switch – 11 Januari

Tales of Vesperia: Definitive Edition

PC, PlayStation 4, Xbox One, Switch – 11 Januari

Onimusha: Warlords

PC, PlayStation 4, Xbox One, Switch – 15 Januari

The Walking Dead: The Final Season Episode 3

PC, PlayStation 4, Xbox One, Switch – 15 Januari

Hell Warders

PC, PlayStation 4, Xbox One – 17 Januari

YIIK: A Postmodern RPG

PC, PlayStation 4, Switch – 18 Januari

Ace Combat 7: Skies Unknown

PC, PlayStation 4, Xbox One – 18 Januari

Travis Strikes Again: No More Heroes

Switch – 18 Januari

A Fisherman’s Tale

PSVR – 22 Januari

The Council – Complete Edition

PlayStation 4, Xbox One – 22 Januari

At The Gates

PC – 23 Januari

Resident Evil 2 Remake

PC, PlayStation 4, Xbox One – 25 Januari

Tropico 6

PC, PlayStation 4, Xbox One – 25 Januari

Genesis Alpha One

PC, PlayStation 4, Xbox One – 29 Januari

Kingdom Hearts III

PlayStation 4, Xbox One – 29 Januari

SUMBER : DAILY SOCIAL

JS NEWS- Tahun 2018 sudah akan berakhir. Banyak game bagus yang harus dimainkan, khususnya yang mobile. Ratusan bahkan ribuan game yang bisa dimainkan di platform penjualan aplikasi baik Android maupun iOS, membuat kita bingung untuk mulai mencoba dari mana.

Oleh karena itu kami memberikan daftar game terbaik yang sebaiknya harus kamu mainkan di 2018 ini. Berikut adalah daftar gamenya. Daftar game ini tidak hanya berdasarkan popularitas dari jumlah download-nya tetapi juga dari gameplay dan grafisnya sendiri yang unik dan menghibur.

1. Ragnarok M: Eternal love

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Game yang paling heboh untuk akhir tahun 2018 ini. Ragnarok M sukses menghadirkan suasana nostalgia bagi para penggemar game klasik online di era pertengahan 2000. Banyak perubahan sistem yang terjadi pada versi mobile ini, tetapi para pemainnya masih banyak berharap dan menunggu akan hadirnya fitur-fitur yang ada pada game lama, seperti trading dan War of Emporium.

2. PUBG Mobile

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Masuk ke pasar mobile, Player Unknowns Battleground (PUBG) sukses membuat demam orang-orang untuk bermain game bergaya battle royale. Pada awal rilis, banyak yang menyangsikan game ini akan lebih baik daripada versi PC-nya, namun ternyata hal itu ditepis. Malahan sekarang banyak yang lebih memilih untuk bermain versi mobile-nya lantaran grafis yang sudah cukup bagus.

Baca Juga : ‘MOBILE LEGENDS’ SIAP RILIS HERO BARU KADITA YANG MIRIP NYI RORO KIDUL

3. Mobile Legends

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Salah satu pilihan paling masuk akal untuk meng-install Mobile Legends (ML) ke smartphoneorang-orang. Selain karena gratis, ML menawarkan game yang sangat kompetitif, yang bagi penggemar Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) adalah sesuatu yang tak terelakkan. Jika kamu ingin bermain DOTA 2, tapi sedang tak memiliki PC, ML bisa jadi pilihan alternatif.

4. Free Fire

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Free Fire adalah pilihan alternatifmu jika ingin bermain game battle royale di ponsel selain dari PUBG. Dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, yaitu 50 orang per satu room, Free Fire menjadi game battle royale yang cukup cepat. Jika ingin memainkan battle royale dengan waktu yang lebih cepat dibandingkan jenis lainnya yang serupa, Free Fire adalah pilihan yang bagus.

5. Epic Conquest

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Adalah game buatan studio Indonesia. Gaco Games mempersembahkan game bergaya actionRPG. Sekilas jika memperhatikan artstyle-nya, maka akan terpikirkan Seal Online, tetapi Epic.

Baca Juga : FITUR PERTARUNGAN ANTAR PEMAIN RESMI HADIR DI POKEMON GO

Conquest memiliki cara bermain yang jauh berbeda dan terlebih adalah game offline. Banyak yang memuji game ini memiliki cerita yang bagus pula, jadi mengapa tidak memainkannya?

6. Clash Royale

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Clash Royale dijadikan sebagai salah satu cabang olahraga di Olimpiade. Itu berarti game ini sudah diakui sebagai bagian dari e-sport dan diakui kualitasnya. Tapi memang, Clash Royale sangatlah kompetitif.

Kamu dituntut untuk menyerang benteng lawan sekaligus bertahan yang berarti peletakan dan urutan prajurit harus tepat. Clash Royale melatihmu berpikir cepat.

7. Alto’s Odyysey

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Ini adalah tipe game untuk membuang waktumu ketika berjalan-jalan. Diakui oleh Apple sebagai game dengan desain terbaik untuk 2018, game ini sangatlah mudah dimainkan walaupun grafisnya indah dan menenangkan.

Kamu hanya harus mencapai jarak terjauh dengan berseluncur di padang pasir dan menyelesaikan beberapa misi yang ada. Ketika bosan dalam menunggu, Alto’s Odyysey bisa benar-benar menghiburmu.

8. Jones: Jomblo is Happiness

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Salah satu lagi game garapan developer Indonesia. Kali ini bukanlah game-game bergaya actionRPG ataupun strategi, melainkan sebuah visual novel.

Kamu akan mengikuti sebuah cerita anak SMA dalam mencari cinta yang mana kamu akan memilih jalan ceritamu lewat pilihan-pilihan yang ada. Game ini perlu dibeli dahulu sebelum dimainkan, tetapi hanya Rp9 ribu saja.

9. Garena – Arena of Valor (AoV)

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Pilihan alternatif untuk MOBA. Di antara Arena of Valor (AoV) dan Mobile Legends selalu menjadi pilihan yang susah bagi gamer untuk memainkannya. Pada akhirnya, para gamer biasa meng-install keduanya dan bergantian memainkannya. AoV tetap menjadi salah satu game yang wajib di-install di ponsel hingga sekarang. 

10. Sword Art Online: Integral Factor

10 Mobile Game Terbaik 2018 Versi IDN Times, Mainkan Selagi Masih Hits

play.google.com

Diambil dari manga dan anime ternama Sword Art Online sendiri, seri game ini sangat bagus. Action RPG dari game ini memiliki grafis yang tinggi serta cara bermain yang tidak sembarangan. Kamu akan menemui banyak monster di sepanjang perjalanannmu yang mana itu serasa seperti bermain game online di PC. Kamu tidak akan bosan dengan game ini.

Oh iya, daftar ini tidak berurutan ya yang berarti semua gamenya memiliki porsi kualitas yang bagus. Hanya tinggal masalah selera saja yang menentukan apakah betah kamu mainkan atau tidak. 

SUMBER : IDN TIMES

JS NEWS – Seakan menjawab permintaan dari para pemain, Niantic akhirnya merilis fitur pertarungan antar pemain di Pokemon Go. Sebelumnya, kehadiran fitur ini memang sempat diumumkan Niantic beberapa waktu lalu.

Dikutip dari The Verge, Sabtu (15/12/2018), awalnya fitur ini baru tersedia untuk pemain dengan level 40. Namun, kini sudah dapat diakses oleh pemain dengan level 10 yang menjadi minimun tingkatan pemain untuk dapat mencobanya.

“Saat mendesain Trainer Battles, kami ingin menekankan pentingnya strategi. Dengan pembaruan pertarungan di Trainer Battles, pemain dapat meningkatkan bonus, termasuk membuka Charged Attack tambahan,” tulis Niantic.

Untuk dapat menjajal fitur ini, kedua pemain yang ingin bertarung harus berada di lokasi yang sama. Nantinya, pemain dapat memilih lawan dari daftar teman atau memakai fitur pemindaian kode QR di Pokemon Go.

Sementara pertarungan jarak jauh hanya dapat dilakukan dengan teman yang sudah menyandang status Best Friends atau Ultra Friends. Pemain juga dapat berlatih dengan ketua tim Spark, Candela, dan Blanche.

Fitur ini sudah resmi dilepas Niantic untuk pemain di platform iOS dan Android. Namun terkadang belum semua dapat langsung menjajalnya, karena pembaruan dilakukan secara bertahap.

Kehadiran modus ini jelas membawa napas baru di Pokemon Go. Alasannya, animo pemain gim ini terus berkurang, sehingga kedatangan modus baru tentu dapat menaikkan kembali pamor gim besutan Niantic tersebut.

Terlebih, modus ini merupakan salah satu yang ditunggu pemain setia Pokemon Go. Hal itu bukannya tanpa alasan karena pemain dapat diajak merasakan pertarungan antar Pokemon dengan orang lain.

Pemain Pokemon Go Bisa Saling Bertukar Monster

Mulai Juni 2018, Niantic juga sudah memastikan diri akan menggulirkan fitur pertukaran koleksi monster antar pemain.

Kendati demikian, fitur ini masih terbatas pemain di level tertentu. Dari akun Twitter Pokemon Go, fitur ini baru tersedia untuk pemain di level 30 hingga 40.

Proses pemberian hadiah atau penjualan Pokemon ini tak dapat dilakukan begitu saja. Pengembang menerapkan sistem pertemanan untuk para pemain Pokemon Go sebelum mereka dapat mencicipi fitur tersebut.

Baca Juga : POKEMON GO BLOKIR PENGGUNA PONSEL YANG DI-ROOT

Jadi, pemain harus menjalin hubungan dengan pemain lain untuk dapat berkirim item atau sekadar berbagi bonus. Hubungan pertemanan antar pemain juga dibagi dalam beberapa tingkat, mulai dari Good Friend hingga Best Friend.

Adapun pemain akan menggunakan stardust sebagai alat pembayaran. Niantic sendiri sudah lama mengungkap akan merilis fitur ini, tapi nyatanya baru saat ini meluncur.

Sepi Pemain, Pokemon Go Tetap Untung Rp 11 Triliun

Pokemon Go sendiri saat ini memang sudah tidak terlalu populer lagi, berbeda saat gim ini meluncur di iOS dan Android pada Juli 2016.

Meski begitu, laporan akhir tahun yang diterbitkan perusahaan analisis industri, SuperData Research, Kamis (1/2/2018), menyebutkan Pokemon Go ternyata cukup sukses di 2017.

SuperData Research memperkirakan gim Pokemon Go tetap meraup untung sebesar US$ 890 juta atau sekitar Rp 11 triliun sepanjang 2017.

“Berdasarkan pendapatan itu, Pokemon Go berada di posisi kesembilan di dalam daftar 10 gim mobile teratas di 2017,” tulis laporan.

SUMBER