Ini adalah program ringan dan user-friendly  yang memiliki fungsi mengubah ISO image ke dalam format CSO.

Program ini didedikasikan bagi penggunaBaca Selanjutnya

Ini  adalah sebuah aplikasi sederhana yang menampilkan penggaris di layar. Meski bisa dipakai oleh siapa saja, aplikasi ini ditujukan utuk para web designer. Tombol-tombol untuk setting dan opsi berada di pojok penggaris. Untuk melakukan pengukuran , cukup letakkan penggaris di objek yang ingin diukur, misalnya banner. Penggaris bisa dibuat vertical atau horizontal dengan tampilan kayu, besi atau plastic.Baca Selanjutnya

JS NEWS Serangan jahat yang mengancam kerahasiaan individu dan organisasi telah berkembang sedemikian rupa, tak ayal bentuk keamanan tradisional seperti password tidak lagi mampu memberikan perlindungan.

Kini para hacker dan entititas jahat lainnya pun dapat dengan mudah memecahkan kode keamanan dalam hitungan detik melalui Baca Selanjutnya

Aplikasi-aplikasi populer, seperti Flash, Java, Firefox, dan sebagainya memiliki fitur update otomatis. Begitu ada update, aplikasi langsung di update tanpa sepengetahuan user. Dengan koneksi internet yang cepat, tidak jadi masalah. Namun, bagaimana jika koneksi Anda lelet dan terbatas? Update Freezer adalah sebuah aplikasi yang bisa mengendalikan proses update otomatis dari aplikasi populer yang ada di PC Anda. Baca Selanjutnya

Jujur, kami tidak menyukai fitur search yang ada di Windows karena kelambananya dalam melakukan tugas . oleh sebab itu, kami mengalihkan penugasan ini ke MasterSeeker yang bisa mencari dan menampilkan file yang dicari dengan sangat cepat menggunakan Regex. Baca Selanjutnya

– LinkedIn, media sosial profesional terbesar sedunia, beberapa waktu lalu telah mengumumkan versi terbaru aplikasi mobile mereka yang dilengkapi fitur untuk melamar pekerjaan. Hal menarik lainnya, kini aplikasi tersebut tersedia dalam versi bahasa Indonesia.

Untuk menampilkan aplikasi LinkedIn dalam Bahasa Indonesia, pengguna hanya perlu mengubah pengaturan bahasa di smartphone yang mereka gunakan lalu jalankan aplikasi tersebut.
Selain itu, versi terbaru aplikasi mobile LinkedIn juga memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi pengguna untuk mencari pekerjaan, misalnya, saat sedang bepergian atau bahkan dalam jam kerja. Melalui blog resminya, Parker Barrile, Vice President Product LinkedIn mengatakan, lebih dari 25 persen pengguna mengakses LinkedIn lewat smartphone dan 30% pekerjaan yang terdapat di LinkedIn juga dilihat dari ponsel pintar.
Hal senada juga diungkapkan Vaibhav Goel, Product Manager di LinkedIn. Goel mengatakan, LinkedIn terus mendengar semua komentar dari pengguna. Salah satu komentar atau permintaan yang banyak disampikan adalah aplikasi mobile yang LinkedIn kembangkan memiliki fitur tambahan untuk bisa melamar pekerjaan secara langsung.
Kendalanya, ukuran layar smartphone yang kecil seringkali membuat aktivitas menyunting dan mengelola resume menjadi sebuah tantangan. Solusinya, LinkedIn memperkenalkan sebuah kemampuan untuk melamar pekerjaan dari smartphone tanpa memerlukan lampiran resume. Pengguna LinkedIn dapat melamar pekerjaan langsung melalui profil LinkedIn mereka.
Anda sudah bergabung dengan LinkedIn dan tertarik menggunakan aplikasi tersebut? Sayangnya, pihak pengembang baru menyediakan aplikasi untuk iOS dan Android.

 

 

 

CHIP.co.id – Bagi Anda pengguna aplikasi Twitter atau Facebook yang sering mendapatkan tweet berupa tautan dalam bentuk short url, jangan dulu dibuka sebelum mencari tahu tautan tersebut dikirim dari siapa dan apa kira-kira isinya. Jika tidak waspada, bisa jadi tautan tersebut merupakan sebuah jebakan yang memancing Anda untuk masuk ke situs berbahaya.
Situs berbahaya tersebut bisa berupa scam, phising hingga sebuah proses yang meminta Anda untuk memasang sebuah trojan di dalam sistem. Kini, infiltrasi malware atau cyber attack lewat aplikasi sosial media, seperti Facebook atau Twitter semakin sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tujuan mereka adalah mencuri data yang tersimpan dalam storage di PC maupun smartphone.
Baru-baru ini, ESET Indonesia telah memperlihatkan beragam jebakan yang biasa muncul dan memanfaatkan aplikasi Twitter sebagai tunggangannya untuk menyebarkan malware. Sebagai contoh, kicauan yang ada di bawah ini. Pesan yang dikirim terlihat seperti biasa, dikirim oleh akun follower (biasanya teman Anda) atau yang Anda follow.
Terlihat, akun tersebut mengirim sebuah tautan yang disingkat. Akun tersebut sepertinya ingin menghemat kalimat kicauannya yang ditulis karena Twitter hanya memperbolehkan pengguna menulis dalam 160 karakter. Masalahnya, tautan tersebut menjadi tidak jelas terhubung dengan situs apa.
Ini yang membedakan ketika Anda mengirimkan tautan secara lengkap, seperti lewat e-mail misalnya. Pada tahap inilah kecerobohan sering terjadi, pengguna yang menerima tautan singkat tersebut langsung mengklik. Hal ini dikarenakan tautan tersebut dibagikan dari teman (follower), asumsinya aman. Padahal belum tentu sepenuhnya aman.
Ketika ESET Indonesia melakukan penelusuran terhadap tautan tersebut, rupanya mengarahkan penerima untuk masuk ke dalam sebuah situs yang menyamar sebagai situs resmi. Pembuktian dilakukan dengan membuka tautan secara terpisah lewat PC yang dilengkapi software antivirus langsung dari browser tanpa terhubung dengan akun Twitter. Hasilnya, diperoleh notifikasi seperti gambar di bawah ini.
Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita-ESET Indonesia mengatakan, pada banyak kasus, infiltrasi yang diawali dengan jebakan berupa tautan lewat jejaring sosial juga membawa konten malware. Karena itu, penggunaan aplikasi keamanan dan bijak dalam berinternet terutama dalam penggunaan sosial media menjadi sangat penting.
Jangan mudah percaya untuk mengklik sebuah tautan walaupun dikirim dari teman dekat. Ada baiknya, cari tahu dan identifikasi terlebih dahulu tautan tersebut.
Celakanya, jika Anda berselancar menggunakan smartphone, aplikasi browser standar pada perangkat tersebut tidak memberikan peringatan yang memadai. Secara otomatis, tautan yang  Anda klik akan menampilkan halaman yang sangat mirip dengan halaman Twitter saat login.
Jika dicermati, alamat tautan tersebut justru mengarah ke situs yang teridentifikasi sebagai situs phising. Berbeda jika tautan tersebut dibuka lewat aplikasi browser Firefox di smartphone, ada peringatan yang hampir sama jika dibuka pada browser di desktop.
Penyebaran jebakan dengan memanfaatkan aplikasi media sosial menjadi “idola” baru bagi pelaku cybercrime. Mangapa? karena sangat efektif dan bisa langsung menuju ke akun pengguna.
Semakin Anda cerdas dan bijak dalam ber-jejaring sosial,  target potensial yang dimiliki oleh pelaku kejahatan akan semakin menyempit. Upaya kejahatan tersebut dapat dicegah jika Anda tidak ceroboh dan juga tidak terburu-buru untuk membuka tautan yang tidak jelas informasinya. Selain itu, aplikasi keamanan yang selalu diperbarui juga memberikan proteksi tambahan saat Anda berselancar di dunia maya.